Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Tak Semua Pahlawan Memakai Seragam, Ada yang Berblangkon dan Mengantar Seorang Bocah Menjemput Langkah Pertamanya

Gambar
PASONGSONGAN – Di sebuah sekolah dasar yang berdiri di tengah hamparan sawah Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, lahir sebuah kisah yang mengajarkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal jabatan, profesi, ataupun batas wilayah. Kisah itu bermula dari kepedulian seorang kepala sekolah. Namanya Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan III. Masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang selalu tampil sederhana dengan blangkon Madura di kepalanya. Namun, di balik penampilan khas itu, tersimpan hati yang meyakini bahwa tugas seorang pendidik bukan hanya mengajar di ruang kelas, melainkan juga menghadirkan harapan bagi sesama. Harapan itu kemudian menemukan wajahnya pada seorang bocah bernama Irsya. Sejak dilahirkan, kedua kaki Irsya mengalami kelainan. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berlari mengejar teman-temannya, apalagi bermain tanpa batas. Setiap kali ingin berpindah tempat, bocah itu hanya mampu mengesot menggunakan kedua tangannya. Pemandangan itu berkali-kali mengetuk hati Ag...

Membangun Komunitas Digital Lewat Konten Menghibur dan Soft Selling

Gambar
SUMENEP -- Di tengah ketatnya persaingan kreator konten, Arrijal Faiz dan Moh. Heriawan memilih pendekatan berbeda melalui akun TikTok @papibubub.daily.  Awalnya dibuat untuk memperkenalkan bisnis mereka, AF Store Sumenep, akun ini kini berkembang pesat dengan mengedepankan hiburan, interaksi, dan kedekatan dengan audiens dibanding sekadar berjualan secara agresif. Lewat strategi soft selling—seperti video komedi, vlog, tantangan, hingga sesi live streaming yang interaktif—akun mereka berhasil berkembang secara organik hingga meraih puluhan ribu pengikut dan jutaan tayangan tanpa promosi berbayar.  Kepercayaan dan loyalitas komunitas yang terbentuk juga membuka peluang kerja sama endorsement serta promosi UMKM lokal secara alami. Ariz (Arrijal Faiz) menegaskan bahwa kepercayaan audiens adalah aset utama.  "Kami ingin orang terhibur dan merasa nyaman dulu. Jika sudah percaya, promosi produk akan terasa lebih natural," ujar Ariz di tempat kerjanya. Kamis (23/7/2026).  ...

Menjaga Bahasa Ibu Lewat Dongeng Perang Udara Joko Tole

Gambar
Di tengah derasnya arus informasi digital, tradisi berdiskusi jadi ruang yang kian berharga.  Ketika masyarakat lebih akrab dengan tayangan singkat di media sosial.  Ada suasana tersendiri saat menghadiri diskusi rutin mingguan di Gedung MWC NU Pasongsongan, Sumenep.  Selasa malam, 21 Juli 2026, jadi momen yang amat berkesan bagi saya.  Bukan sekadar jadi bagian dari lingkaran diskusi yang selalu hangat, malam itu saya mendapat kehormatan untuk berdiri di depan kawan-kawan sebagai narasumber. Membawa sebuah karya sastra fabel dan tutur berbahasa Madura: dongeng Joko Tole Aperrang Kalaban Dempo Abang. Diskusi pekanan di MWC NU Pasongsongan, selama ini selalu jadi ruang yang hidup untuk menukar gagasan, merawat ingatan kolektif, dan membumikan isu-isu keumatan serta kebudayaan.  Tapi, mengangkat sastra tutur Madura dalam majelis tersebut memberikan nuansa unik—sebuah perjumpaan antara tradisi lokal, nilai spiritual, dan imajinasi kolektif kita sebagai warga Madura...

Kisah Ta'olle Nelayan Pasongsongan dan Gelombang Perantauan

Gambar
Pasongsongan bukan sekadar titik di peta timur Madura. Bagi saya, tanah ini adalah tempat kelahiran sekaligus rumah dimana suara ombak dan bau asin air laut selalu jadi latar belakang tumbuh kembang kami.  Tapi, dalam tiga tahun terakhir, ada yang berbeda saat melangkah ke pelabuhan atau pesisir Pasongsongan.  Dulu, riak laut senantiasa membawa harapan dan kepulangan perahu yang sarat dengan hasil tangkapan.  Sekarang berbeda, suasana itu berubah jadi sunyi menyayat hati. Kidung pilu mengalun sedih ke ruang-ruang kehidupan mereka.  Melihat kenyataan tersebut, para nelayan lokal hari ini, ada rasa sedih yang sulit disembunyikan.  Istilah ta’olle—kosakata bahasa Madura untuk menggambarkan kondisi tidak mendapatkan apa-apa—kini kian sering terdengar di bibir para nelayan.  Paceklik ikan berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir membuat melaut bukan lagi jaminan untuk menyambung hidup keluarga, melainkan perjudian yang acapkali berakhir rugi di solar dan te...

Keren! Pembina Upacara SDN Padangdangan 1 Minta Siswa Kelas Tinggi Jadi Contoh

Gambar
PASONGSONGAN — Kedisiplinan dan pembentukan karakter sejak dini terus jadi fokus utama di lingkungan sekolah dasar.  Hal ini ditegaskan kembali dalam upacara bendera hari Senin yang berlangsung khidmat di halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Senin (20/7/2026).  Bertindak sebagai Pembina Upacara, Yudi Hariyanto, S.Pd., menyampaikan amanat penting yang ditujukan kepada seluruh warga sekolah.  Dalam arahannya, ia memberikan penekanan khusus mengenai adab dan perilaku santun, khususnya penghormatan siswa terhadap seluruh guru di sekolah. Menurut Yudi, adab merupakan pondasi utama dalam menuntut ilmu.  Oleh karena itu, ia meminta seluruh siswa untuk selalu menjaga sopan santun, mendengarkan nasihat, dan menghormati bapak dan ibu guru yang telah mendidik mereka dengan ikhlas. Selain masalah adab, Yudi Hariyanto juga menyoroti pentingnya peran keteladanan di lingkungan sekolah.  Ia mengimbau agar para siswa di kelas tinggi (kelas IV, ...

Guru SDN Padangdangan 2 Pasongsongan: Stop Bullying, Yuk Berani Melapor!

Gambar
PASONGSONGAN — Upaya pencegahan aksi perundungan (bullying) terus digalakkan di lingkungan sekolah. Senin (20/7/2026).  Dalam amanat upacara bendera, Guru Kelas V SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Akbar Cholik, S.Pd., memberikan peringatan keras kepada seluruh siswa agar sama sekali tidak melakukan tindakan perundungan. Di hadapan peserta upacara, Akbar menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.  Ia mengimbau kepada seluruh siswa-siswi untuk saling menghargai dan tidak ragu melaporkan kepada pihak guru jika melihat atau mengalami tindakan perundungan. "Jika ada yang melakukan perundungan, segera melapor kepada guru. Jangan takut," tegas Akbar Cholik dalam amanatnya. Ia juga menjelaskan bahwa perundungan biasanya dilakukan oleh pihak yang merasa lebih kuat atau lebih dewasa secara usia kepada mereka yang lebih lemah.  Oleh karena itu, Akbar mengingatkan pentingnya keberanian untuk bersuara agar lingkaran p...

Ironi Pasongsongan Sumenep: Lumbung Ikan yang Kini Sepi Juragan Perahu

Gambar
Bagi masyarakat Madura, bahkan sebagian besar orang di Jawa Timur, nama Pasongsongan bukan sekadar titik koordinat di pesisir utara Kabupaten Sumenep.  Sejak generasi kakek-nenek kita terdahulu, Pasongsongan adalah legenda hidup—sebuah episentrum bahari yang diakui sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Pulau Garam.  Deru mesin perahu, aroma asin laut yang khas, dan riuhnya tawar-menawar di pelabuhan pesisir Pasongsongan  adalah urat nadi kehidupan masyarakatnya.  Menjadi "Juragan Perahu" di sini bukan cuma soal status sosial, melainkan simbol kejayaan dan kebanggaan harga diri laki-laki pesisir. Tapi, hari ini, narasi kejayaan itu sedang mengalami ujian terbesarnya.  Angin perubahan meniupkan cerita yang berbeda dari pesisir Pasongsongan.  Banyak perahu bersandar di dermaga, dan satu demi satu juragan perahu yang dulunya menguasai lautan memilih untuk menepi.  Kenapa begitu? Karena seringkali perahu mereka pulang tanpa hasil.  Merek...