Postingan

Featured Post

Gelar Ngunduh Mantu Mewah, CEO PT Bintang Banyu Urip Sambut Menantu Asal Solo di Yogyakarta

Gambar
MS Arifin (kanan) bersama besan. [k4y] YOGYAKARTA – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti salah satu gedung pernikahan terbaik di Yogyakarta baru-baru ini. Ahad (11/1/2025).  CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin, menggelar prosesi acara "Ngunduh Mantu" untuk putra sulungnya bernama Mada yang baru saja mempersunting gadis pujaan hati asal Solo, Lala namanya.  Acara yang berlangsung megah ini jadi momen penyatuan dua budaya serta mempererat tali silaturahmi keluarga besar PT Bintang Banyu Urip.  Kehadiran mempelai wanita dari Solo menambah nuansa keanggunan tradisional dalam perayaan yang tertata apik tersebut. Dihadiri Pejabat dan Tokoh Penting Hajatan besar ini tidak hanya jadi momen keluarga, tapi juga jadi ajang pertemuan tokoh-tokoh penting.  Sejumlah pejabat daerah di Yogyakarta tampak hadir memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai.  Kehadiran para tokoh ini menunjukkan jejaring sosial dan rasa hormat yang tinggi terhadap sos...

Warisan Turun-Temurun: Inilah Beragam Cara Nelayan Pasongsongan Menangkap Ikan

Gambar
Perahu nelayan Pasongsongan. [k4y] Eksistensi Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep sebagai pusat perikanan terbesar di Madura adalah sebuah prestasi budaya sekaligus ekonomi. Metode-metode berikut bukan sekadar cara mencari makan, melainkan identitas yang menghubungkan manusia dengan lautnya. Sebagai masyarakat, kita patut bangga bahwa di tengah gempuran modernitas, nelayan Pasongsongan tetap memegang teguh pakem-pakem leluhur sambil tetap produktif menyuplai kebutuhan protein bagi masyarakat luas. Menjaga kelestarian laut Pasongsongan berarti menjaga piring-piring kita tetap terisi dengan ikan-ikan segar berkualitas terbaik. Kekuatan utama nelayan Pasongsongan dalam mendapatkan ikan terletak pada ragam metode tangkapnya. Mereka tidak hanya bergantung pada satu cara, melainkan memiliki klasifikasi teknik yang disesuaikan dengan jenis ikan dan kondisi alam. Berikut adalah warisan teknik yang masih lestari hingga kini: Majeng & Ngoncor: Majeng menjadi potret...

Pasongsongan: Menjaga Tahta sebagai Lumbung Ikan Terbesar di Tanah Madura

Gambar
Perahu Desa Pasongsongan. [k4y] Jika kita berbicara tentang denyut nadi perikanan di Pulau Garam, maka mata kita tak boleh lepas dari sebuah pelabuhan di ujung utara Sumenep: Pasongsongan. Sejak zaman nenek moyang hingga era modern saat ini, Pasongsongan secara konsisten mencatatkan diri sebagai daerah dengan hasil tangkapan ikan terbesar di wilayah Madura. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan geografis, melainkan buah dari ketekunan para nelayan yang mampu memadukan kearifan lokal turun-temurun dengan adaptasi zaman. Kesegaran yang Terjaga hingga Meja Makan Salah satu kunci mengapa ikan dari Pasongsongan sangat diminati di pasar Jawa Timur adalah sistem rantai dingin yang diterapkan secara disiplin. Begitu perahu merapat di pelabuhan, transaksi jual-beli langsung terjadi secara cepat dan dinamis. Yang paling krusial adalah perlakuan pasca-tangkap: ikan-ikan tersebut diperlakukan dengan hati-hati agar dagingnya tetap utuh. Setelah turun dimasukkan dalam drum beris...

Antara Nyawa dan Jaring: Potret Ketangguhan dan Transformasi Nelayan Pasongsongan

Gambar
Perahu tradisional Pasongsongan. [k4y] Keberanian di Atas Gelombang Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, telah lama dikenal sebagai rumah bagi para petarung samudera. Nelayan di wilayah ini memiliki reputasi sebagai sosok yang tangguh dan pemberani. Bagi mereka, laut bukan sekadar bentang air, melainkan ladang pengabdian untuk menghidupi keluarga. Dengan nyali yang melampaui batas normal, mereka rela bertaruh nyawa, hidup berbumbungkan langit dan berbumikan air laut, jauh dari dekapan anak dan istri. Sebuah adagium ironis sering terdengar: "Nelayan Pasongsongan lebih takut lapar daripada mati." Ungkapan ini menggambarkan betapa kerasnya desakan ekonomi sehingga maut seolah menjadi urutan kedua. Namun, di balik keberanian yang terkesan "konyol" bagi sebagian orang, tersimpan filosofi keyakinan yang mendalam saat mereka membelah badai demi sesuap nasi. Tragedi dalam Ingatan: Catatan Kelam Masa Lalu Sejarah perjalanan nelayan Pasongsongan tidak lepas dari kisah-...

Menara Ekonomi Pasongsongan: Saat Sinergi Melampaui Kompetisi Etnis

Gambar
Dalam teori ekonomi klasik, persaingan seringkali dianggap sebagai satu-satunya jalan menuju kemajuan. Tapi, Desa Pasongsongan di ujung barat utara Kabupaten Sumenep punya narasi berbeda. Disini, sejarah mencatat bahwa kemakmuran tidak dibangun di atas reruntuhan pihak lain, melainkan melalui sebuah "Menara Ekonomi" yang dipahat bersama oleh etnis peranakan Tionghoa dan warga pribumi Madura. Pasongsongan telah lama jadi titik temu strategis. Kepiawaian dagang etnis Tionghoa yang mengakar kuat di wilayah pesisir bertemu dengan kearifan lokal dan daya tahan warga pribumi. Kolaborasi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan kebutuhan. Etnis Tionghoa membawa jaringan perniagaan yang luas, sementara warga pribumi menyediakan basis sosial dan sumber daya lokal yang tak ternilai. Filosofi Balancing System Titik balik paling menarik terjadi pada era 80-an. Secara perlahan tapi pasti, kendali ekonomi makro yang sebelumnya didominasi oleh etnis Tionghoa mulai bergeser....

Tjoa dan Jejak Sunan Ampel: Narasi Tionghoa Muslim di Tanah Pasongsongan

Gambar
Penulis (kiri) dan Ibnu Suaidi. Di balik pintu kayu jati berusia ratusan tahun di Desa Pasongsongan , tersimpan rahasia sejarah yang menepis segala sekat etnisitas. Salah satunya berada di kediaman Ibnu Suaidi, sosok lelaki yang membawa garis keturunan marga "Tjoa". Rumahnya yang dibangun abad ke-18 di Jalan Ki Abubakar Sidik bukan sekadar bangunan tua, melainkan monumen identitas yang unik: Tionghoa Muslim. Garis Keturunan yang Bertemu Dalam sebuah perbincangan dengan saya di kediamannya, Ibnu Suaidi mengungkap sebuah fakta mengejutkan, tapi bagi warga Pasongsongan adalah kewajaran. "Keluarga besar saya masih ada ikatan keturunan dengan Sunan Ampel," tuturnya pada 1 September 2010 silam. Pernyataan ini bukan sekadar klaim silsilah. Ini adalah bukti bahwa di Pasongsongan, darah Tionghoa dan tradisi keislaman Nusantara telah menyatu berabad-abad. Akulturasi yang Melampaui Ekonomi Peranakan Tionghoa di Pasongsongan memberikan dimensi baru dalam ke...

Jejak Arsitektur Tionghoa dan Sejarah Ekonomi Desa Pasongsongan

Gambar
Rumah peranakan Tionghoa di Pasongsongan. Jika Anda menyusuri Jalan Abubakar Sidik di Desa Pasongsongan, Sumenep, langkah Anda akan disambut oleh deretan bangunan tua yang seolah menghentikan waktu. Arsitektur rumah-rumah tempo dulu milik warga peranakan Tionghoa ini bukan sekadar pemandangan estetik; mereka adalah saksi bisu dari sebuah "Imperial Niaga" yang pernah bertahta di ujung barat utaraMadura. Dulu, pelabuhan Pasongsongan adalah urat nadi perdagangan yang sibuk. Di sinilah etnis Tionghoa membangun supremasi ekonomi mereka. Selama beberapa dekade, mereka merajai roda perniagaan tanpa sekat, mengendalikan arus keluar-masuk barang, dan menciptakan era kemakmuran yang sulit terbendung. Bangunan-bangunan kokoh yang kita lihat hari ini adalah sisa-sisa kejayaan yang pernah mereka capai melalui ketekunan di dunia perdagangan. Angin Perubahan Era 80-an Tapi, sejarah memiliki cara sendiri untuk berputar. Memasuki era 80-an, dominasi absolut tersebut mulai mered...

Pasongsongan: Simfoni Tiga Etnis di Pesisir Madura

Gambar
Bentuk rumah peranakan Tionghoa di Pasongsongan. Di ujung barat utara Sumenep, Desa Pasongsongan berdiri sebagai bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan beban. Desa ini bukan sekadar titik geografis, melainkan laboratorium sosial tempat etnis Arab, Tionghoa, dan Pribumi (Madura) merajut harmoni tanpa gesekan selama berabad-abad. Kunci kedamaian Pasongsongan terletak pada akar budayanya yang terbuka. Sebelum pengaruh besar Islam dan perdagangan masuk, masyarakatnya telah lebih dulu dipengaruhi nilai-nilai Hindu dan Buddha. Karakter "terbuka" inilah yang jadi modal utama warga lokal dalam menyambut pendatang tanpa rasa curiga. Religi dan Perniagaan Kedua bangsa pendatang memainkan peran strategis yang saling mengisi: Etnis Arab: Hadir dengan pendekatan santun dalam menyebarkan ajaran Islam hingga menyatu dalam spiritualitas warga. Peranakan Tionghoa: Jadi penggerak utama nadi perekonomian melalui jaringan niaga dan pelabuhan. Kedua etnis ini tidak m...

Petis Pancetan: Mahakarya Kuning dari Ujung Barat Utara Sumenep

Gambar
Perahu tradisional Desa Pasongsongan. Di ujung barat utara Kabupaten Sumenep, tepat di perbatasan Pamekasan, berdiri Desa Pasongsongan yang masyhur dengan julukan Desa Petis Pancetan. Lebih dari sekadar bumbu dapur, petis bagi warga Pasongsongan adalah identitas, sejarah, dan nafas kehidupan yang terangkum dalam satu rasa. Petis Pancetan lahir dari kesabaran. Ia bukan produk instan, melainkan hasil olahan air rebusan ikan segar yang dimasak di atas perapian hingga mengental dan pekat. Proses penguapan yang lama ini menciptakan tekstur kuning berkilau dengan cita rasa gurih yang mendalam—sebuah ekstraksi kejujuran masyarakat pesisir dalam mengolah rezeki laut. Bagi penduduk setempat, penganan ini adalah penyelamat meja makan. Di saat sulit, ia hadir sebagai pengganti lauk utama. Tapi di saat senggang, ia menjadi kunci kelezatan rujak pedas yang dinikmati bersama. Di sinilah letak magisnya: Petis Pancetan jadi ruang temu bagi masyarakat Pasongsongan yang majemuk—baik pribumi...

Kembali Beraksi, KP3L Pasongsongan Rencanakan Revitalisasi Sumber Agung yang Terendam Lumpur

Gambar
Ang Juangjuang. [k4y] SUMENEP – Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di Sumber Agung, Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan. Akibat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, sumber air yang menjadi tumpuan warga tersebut kini dipenuhi sampah dan endapan lumpur yang terbawa arus air hujan. Merespons hal tersebut, Komunitas Pemuda Pakotan Pecinta Lingkungan (KP3L) tidak tinggal diam. Di bawah arahan Ang Juangjuang sebagai motor penggerak, komunitas pemuda ini berencana untuk segera melakukan revitalisasi kembali guna mengembalikan fungsi dan kebersihan Sumber Agung. Dalam waktu dekat, Ang Juangjuang beserta anggota KP3L lainnya berencana untuk melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah desa hingga tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil agar aksi pembersihan sampah dan pengerukan lumpur bisa dilakukan secara masif dan terstruktur. "Kami melihat kondisi Sumber Agung saat ini butuh penanganan cepat. Sampah dan lumpur akiba...

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Gambar
Kades Pasongsongan. [k4y] SUMENEP – Objek vital Sumber Agung di Dusun Pakotan kembali membutuhkan perhatian serius. Setelah sukses direvitalisasi beberapa tahun lalu melalui inisiatif Komunitas Pemuda Pakotan Pecinta Lingkungan (KP3L) dengan dukungan dana pribadi Kepala Desa Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt., kini kondisi sumber air tersebut kembali memprihatinkan akibat dampak cuaca. Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini menyebabkan sampah terbawa aliran air hujan dan masuk ke dalam area Sumber Agung. Kondisi ini membuat malas warga yang hendak mandi dan mencuci pakaian.di Sumber Agung. Sebagaimana diketahui, beberapa tahun lalu Pak Ian (sapaan akrab Kades Pasongsongan) menunjukkan komitmen luar biasa dengan menggelontorkan dana pribadi untuk membantu KP3L dalam tahap pertama peremajaan. Langkah tersebut sempat membuat Sumber Agung jadi sangat bersih dan nyaman digunakan oleh masyarakat luas. Namun, faktor alam dan posisi geografis membuat material sampah ...

SDN Padangdangan 2 Tanamkan Cinta Lingkungan Melalui "Bersih Sampah Sekolah" Setiap Sabtu

Gambar
Kepala dan dewan guru SDN Padangdangan 2.  SUMENEP – Setiap Sabtu pagi, suasana di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, tampak berbeda. Bukan hanya fokus pada pelajaran akademik, seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga peserta didik, kompak melaksanakan kegiatan rutin Bersih Sampah Sekolah (Bersase). Inisiatif sederhana tapi berdampak besar ini adalah bagian dari komitmen sekolah untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini. Sabtu (10/1/2026). Kegiatan Bersih Sampah Sekolah ini melibatkan semua siswa membersihkan area kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan bebas dari sampah. Menurut Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd, SD, kegiatan rutin ini lebih dari sekadar bersih-bersih. Ini adalah sebuah pembiasaan yang bertujuan membentuk karakter dan pola pikir murid. "Pembiasaan baik ini kami lakukan secara rutin supaya p...

Ketika 'Pintu Rezeki' Tertutup Demi Kebanggaan: Fenomena Warung Madura dan Final DA7

Gambar
Pagelaran Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar di penghujung 2025 bukan sekadar kompetisi menyanyi biasa. Bagi warga Madura   yang ada di Jabodetabek, malam final tersebut menyisakan pemandangan ganjil, sebuah anomali sosial yang jarang terjadi: banyak Warung Madura memilih tutup. Kita semua tahu reputasi legendaris Warung Madura. Ada guyonan populer yang mengatakan, "Warung Madura hanya akan tutup jika hari kiamat sudah berlangsung setengah hari." Etos kerja 24 jam tanpa henti adalah identitas mereka. Tapi, pada malam final Valen (Pamekasan) menuju juara   DA7, etos ekonomi itu sejenak tunduk pada etos solidaritas. Fenomena ini mencatat beberapa hal menarik: Patahnya Mitos 24 Jam: Tutupnya warung-warung ini membuktikan bahwa ada hal yang lebih mahal daripada omzet semalam, yaitu kebanggaan kedaerahan.   Valen bukan sekadar biduan bagi mereka; dia adalah representasi dari perantau yang sukses menaklukkan panggung nasional. Solidaritas Ekonomi: Tidak berhenti pa...

Perkuat Sinergi Pendidikan, SDN Padangdangan 2 Ajak Wali Murid Kolaborasi dan Perkenalkan Formasi Guru Baru

Gambar
SUMENEP – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mempererat tali silaturahmi, pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, menggelar pertemuan khusus guna membangun komunikasi intensif dengan para wali murid. Jumat (9/1/2026). Langkah ini diambil sebagai fondasi awal untuk menciptakan kerja sama yang solid antara pihak sekolah dan orang tua siswa dalam berbagai program pendidikan kedepannya. Pihak sekolah menyadari bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan di dalam kelas, melainkan juga melalui dukungan aktif dari lingkungan keluarga. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi dua arah. "Kami ingin memastikan bahwa wali murid merasa menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar SDN Padangdangan 2. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menyelaraskan visi untuk kemajuan anak-anak kita," ujar Madun. Selain membahas rencana kerja sama, momen pert...

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mental, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Padangdangan 2

Gambar
SUMENEP – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus digalakkan di wilayah Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan lewat kolaborasi antara akademisi dan pihak sekolah dasar setempat. Pada Rabu (7/1/2025), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep menyambangi SDN Padangdangan 2. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan edukasi serta sosialisasi krusial terkait pencegahan perundungan ( bullying ) sejak usia dini. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tersebut mengangkat tema spesifik: "Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental Siswa di Lingkungan Sekolah". Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan; para mahasiswa menyadari bahwa luka psikologis akibat perundungan seringkali lebih dalam dan bertahan lama dibandingkan luka fisik. Khoir, salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unija, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kekhawatiran me...

Download Soal PAI SD Kelas 1 Sampai 6 Beserta Kunci Jawaban Terlengkap

Gambar
Redaksi apoymadura.com akan menyajikan soal-soal dan kunci jawaban mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk peserta didik yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Selamat belajar!