Postingan

Featured Post

Edukasi Stop Perundungan: Mahasiswa KKN Unija Sambangi SDN Padangdangan 2

Gambar
SUMENEP – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus digalakkan di wilayah Kecamatan Pasongsongan. Kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep hadir di SDN Padangdangan 2 untuk memberikan sosialisasi penting terkait pencegahan perundungan ( bullying ), Rabu (7/1/2025). Kegiatan sosialisasi yang mengangkat tema "Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental Siswa di Lingkungan Sekolah" ini menyasar seluruh peserta didik sebagai upaya preventif sejak dini. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd,SD, menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan mental sangat krusial diberikan kepada siswa agar mereka sadar akan dampak buruk dari tindakan perundungan. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Unija. Materi ini sangat relevan untuk membentuk karakter siswa yang saling menghargai dan melindungi sesama teman," ujar Madun di sela-sela kegiatan. Suasana ...

Hari Kedua Jama’ah Tabligh di Pasongsongan: Pesan Keikhlasan dari Manado Gairahkan Suasana

Gambar
SUMENEP – Suasana di Masjid Al-Hikmah yang berlokasi di Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, tampak lebih hidup pada hari kedua kegiatan Jama’ah Tabligh (JT). Kegiatan yang mempertemukan jamaah dari berbagai daerah ini berlangsung lebih semarak dibandingkan hari sebelumnya. Rabu (07/01). Setalah menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan sesi siraman rohani yang jadi inti dari pertemuan tersebut. Kali ini, tausiyah disampaikan oleh salah seorang anggota Jama’ah Tabligh yang jauh-jauh datang dari Manado, Sulawesi Utara. Dalam ceramahnya, pemateri menekankan pentingnya menjaga kualitas keimanan di tengah tantangan zaman. Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengedepankan sikap ikhlas dalam beramal, baik dalam ibadah ritual maupun dalam interaksi sosial sehari-hari. "Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal. Tanpa itu, apa yang kita kerjakan hanya akan menjadi lelah yang sia-sia," ujar sang penceramah di hadapan puluhan ...

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Gambar
SUMENEP – Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep sukses melaksanakan program kerja sosialisasi di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan.  Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah guna menjaga kesejahteraan psikologis para siswa. Rabu (7/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengusung tema spesifik: "Sosialisasi Bullying dengan Tema: Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental Siswa di Lingkungan Sekolah." Hendra, selaku Humas KKN Unija, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini didasari oleh kekhawatiran terhadap maraknya kasus perundungan yang bisa menghambat perkembangan mental anak. "Kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa tindakan bullying bukan sekadar candaan, melainkan memiliki dampak serius pada kesehatan mental korbannya. Kami berharap sekolah jadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa pun," ujar Hendra. Inisiatif para mahasiswa ini mendapatkan apre...

Cegah Bullying, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Stop Perundungan di SDN Padangdangan 2

Gambar
SUMENEP – Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep melaksanakan salah satu program kerja (proker) unggulan mereka di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan. Rabu (7/1/2026).  Kehadiran para mahasiswa ini membawa misi penting, yakni mengedukasi siswa mengenai bahaya perundungan melalui sosialisasi bertajuk "Stop Perundungan Anak". Kegiatan yang berlangsung interaktif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa tentang dampak negatif bullying, baik secara fisik maupun verbal, di lingkungan sekolah. Dalam sosialisasi tersebut, 18 mahasiswa KKN Unija secara bergantian memberikan materi dengan cara yang menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak.  Mereka menjelaskan berbagai bentuk perundungan, cara menghindarinya, serta pentingnya menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai antar sesama teman. "Pemilihan tema ini didasari oleh pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman ba...

Kehadiran Jama’ah Tabligh di Masjid Al-Hikmah Sempong Barat Hidupkan Suasana Ibadah Warga

Gambar
Insan Kamil beri tausiah. SUMENEP   – Suasana religius di Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, terasa lebih semarak dalam beberapa hari terakhir. Senin (5/1/2026). Hal ini seiring dengan kedatangan rombongan Jama’ah Tabligh (JT) yang berpusat di Masjid Al-Hikmah. Kehadiran mereka membawa warna baru dalam aktivitas ibadah dan silaturahmi di lingkungan warga setempat. Rombongan yang hadir kali ini menunjukkan keberagaman yang unik, dimana para anggotanya berasal dari berbagai daerah, mulai dari Manado (Sulawesi Utara), Trenggalek, hingga Pamekasan.  Perbedaan latar belakang daerah tersebut tidak jadi penghalang bagi mereka untuk berbaur akrab dengan masyarakat Dusun Sempong Barat. Dalam salah satu kesempatan tausiahnya, Insan Kamil, yang merupakan bagian dari rombongan JT, menekankan pentingnya menjaga ibadah sholat.  Ia mengajak warga untuk senantiasa mengutamakan sholat berjamaah di masjid sebagai bekal utama menghadapi akhirat. "Sholat berjamaah b...

Perkuat Tenaga Pengajar, SDN Padangdangan 2 Sambut Guru PPPK Paruh Waktu Baru

Gambar
SUMENEP – Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, mendapatkan amunisi baru dalam jajaran tenaga pendidik. Sekolah ini resmi kedatangan tiga tambahan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mulai bertugas untuk memperkuat kualitas pembelajaran di kelas. Senin (5/1/2026). Kehadiran tenaga pendidik baru ini disambut positif oleh pihak sekolah. Dalam amanatnya pada upacara rutin Senin pagi, Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa tambahan personel ini merupakan dukungan penting bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih maksimal kepada seluruh siswa. Dengan bertambahnya guru, Madun berharap tidak ada lagi alasan bagi siswa untuk bermalas-malasan. Ia memotivasi para peserta didik untuk meningkatkan semangat juang dalam menuntut ilmu. "Saya berharap kepada seluruh siswa-siswi untuk lebih rajin dan giat belajar. Manfaatkan kehadiran ketiga guru dengan seba...

Tekad Kuat Lesbumi MWC NU Pasongsongan Lestarikan Macopat Lewat Pentas Bergilir

Gambar
Akhmad Jasimul Ahyak (2 dari kiri). SUMENEP   -- Para pengurus dan anggota perkumpulan Macopat Lesbumi MWC NU Pasongsongan menyatakan kebulatan tekad untuk terus melestarikan kesenian tradisional Madura melalui sistem pentas bergilir dari rumah ke rumah. Sabtu (3/1/2026). Tradisi anjangsana ini tetap dipertahankan bukan hanya sebagai ruang ekspresi seni, tapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap bait macopat. Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I, menegaskan bahwa dirinya mengakomodir keinginan penuh dari seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga warisan leluhur ini agar tidak punah ditelan zaman. “Kami menghidupkan kembali macopat di tengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan identitas budaya Madura tetap eksis di tengah gempuran modernisasi,” ucap Jasimul. Melalui komitmen ini, Lesbumi MWC NU Pasongsongan berharap kegiatan rutin tersebut bi...

Persiapan TKA, Siswa SDN Padangdangan 2 Diminta Tingkatkan Jam Belajar

Gambar
SUMENEP – Pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar. Senin (5/1/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala Sekolah, Madun, S.Pd, SD.  Ia memberikan arahan khusus dalam amanat singkatnya. Ia juga menekankan pentingnya disiplin akademik mengingat agenda besar yang akan segera dihadapi oleh para siswa. Fokus Menghadapi TKA Dalam pidatonya, Madun mengingatkan para siswa untuk mulai mengatur waktu dengan lebih baik.  Hal ini berkaitan dengan rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan akan berlangsung pada periode Maret hingga April mendatang. "Saya minta anak-anak sekalian untuk senantiasa meningkatkan jam belajarnya, baik saat berada di sekolah maupun di rumah. Persiapkan diri kalian dengan maksimal untuk menghadapi TKA," tegas Madun di hadapan peserta upacara. Membangun Kedisiplinan Selain aspek akademik, upacara ini juga jadi sarana bagi pihak se...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Komplek Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis.  [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan pesona lautnya, tapi juga menyimpan narasi sejarah yang kuat tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur berasal dari Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini usianya telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim, lantaran para Raja Sumenep jika hendak melakukan perjalanan laut melalui pelabuhan ini. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang sign...

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Gambar
Giat Bersase SDN Padangdangan 2. [sh] SUMENEP – Mengawali kegiatan di awal masuk sekolah, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan kembali menghidupkan rutinitas positif melalui program Bersase (Bersih Sampah Sekolah). Sabtu (3/1/2026).  Kegiatan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu ini jadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar. Kegiatan Bersase kali ini terasa berbeda karena merupakan aksi perdana setelah para siswa dan guru menjalani masa libur panjang.  Kondisi halaman sekolah yang dipenuhi dedaunan kering berserakan jadi target utama dalam aksi bersih-bersih tersebut. Semangat Baru dengan Kehadiran Guru Tambahan Salah seorang guru honorer SDN Padangdangan 2, Zainudin, S.Pd, menjelaskan bahwa program Bersase bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, melainkan upaya membentuk karakter peduli lingkungan bagi para siswa. "Bersase kali ini adalah yang perdana dilaksanakan setelah masa libur panjang. Otomatis sampah dedaunan banyak...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Kompleks Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, tapi juga menyimpan narasi sejarah tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur peranakan Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Ia tidak hanya membawa komoditas dagangan, tapi juga visi bisnis yang mel...

Menelusuri Jejak Ju’ Keng: Leluhur Peranakan Tionghoa di Pesisir Pasongsongan

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa/Kecamatan Pasongsongan di Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan sejarah maritim yang kuat. Tempo dulu, pelabuhan pesisir Pasongsongan merupakan tempat para Raja Sumenep ketika hendak bepergian ke pulau lain. Tapi, di balik deburan ombaknya, tersimpan sebuah kisah silsilah yang unik mengenai sosok Ju’ Keng, sosok leluhur peranakan Tionghoa yang jadi bagian penting dari sejarah komunitas lokal di sana. Kedatangan dari Tibet di Abad ke-17 Berdasarkan penuturan Kiai Ersyad, salah satu keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng diperkirakan tiba di Sumenep pada abad ke-17 Masehi. Beliau disebut berasal dari wilayah Tiongkok bagian Tibet. Kedatangan Ju’ Keng ke Madura tidak melalui jalur darat, melainkan masuk melalui gerbang maritim utama di masa itu, yakni pelabuhan pesisir Pasongsongan. Kehadirannya di abad ke-17 ini bertepatan dengan masa dimana perdagangan Nusantara...

Meluruskan Citra: Madas dan Solidaritas Warga Madura di Perantauan

Gambar
Kasus pengusiran seorang nenek di Surabaya yang belakangan ini viral telah menimbulkan gelombang spekulasi di tengah masyarakat, terutama mengenai keterlibatan organisasi kemasyarakatan Madas (Madura Asli). Meskipun tudingan miring sempat berhembus kencang, pengurus pusat Madas dengan tegas membantah bahwa pelaku tindakan tersebut adalah bagian dari anggota mereka. Penting bagi publik untuk tidak terjebak dalam penghakiman sepihak sebelum fakta hukum terungkap sepenuhnya, agar sebuah isu individual tidak berkembang menjadi sentimen negatif terhadap sebuah entitas organisasi yang sah. Sejatinya, Madas hadir sebagai wadah strategis yang mengakomodir berbagai kepentingan positif serta menjalin silaturrahmi erat sesama warga Madura di perantauan. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, Madas berfungsi sebagai jembatan sosial bagi warga Madura untuk saling membantu dalam beradaptasi dan berkontribusi di tanah rantau. Keberadaan organisasi seperti ini sangat k...

Jurnal PPG 2025: Pembelajaran Mendalam dan Asesmen, Topik 2 "Pembelajaran Berdiferensiasi"

Gambar
  1. Latar Belakang Belajar merupakan sebuah proses evolusi dinamis yang melibatkan berbagai pihak, sehingga menuntut guru profesional untuk menguasai pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan ini jadi sangat esensial karena mengakui keunikan setiap siswa, baik dari segi gaya belajar, minat, maupun kemampuan mereka. Dalam praktiknya, diferensiasi mengharuskan pendidik untuk meninggalkan metode pengajaran yang seragam dan beralih pada penyesuaian materi, aktivitas, serta penilaian yang spesifik. Dengan demikian, kebutuhan belajar individu bisa terpenuhi secara optimal melalui strategi yang selaras dengan karakteristik masing-masing siswa. 2. Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pedagogis yang secara sadar menyesuaikan konten, proses, dan produk belajar berdasarkan kebutuhan, minat, serta profil peserta didik. Sejalan dengan pandangan Carol Ann Tomlinson, pendekatan ini didefinisikan sebagai ikhtiar melahirkan kesesuaian a...

MAKALAH: Perkembangan Konsep Matematika Dasar dan Implementasinya dalam Pembelajaran SD

Gambar

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan Ironi Bantuan Sosial

Gambar
Gaji guru PPPK Paruh Waktu sangat bergantung pada kemampuan Pemerintah Daerah. Akibatnya, banyak guru menerima penghasilan yang jauh dari kata layak, meskipun mereka memikul tanggung jawab besar. Menjadi guru membutuhkan kesiapan mental menghadapi peserta didik, ditambah beban administrasi yang mengharuskan mereka berjam-jam di depan laptop mengunggah berbagai data dan berkas. Di sisi lain, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) rutin menerima bantuan pemerintah. PKH tentu sangat pantas diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tapi, yang jadi persoalan adalah masih ditemukannya sebagian penerima PKH yang secara ekonomi tergolong cukup sejahtera, sementara guru PPPK Paruh Waktu justru harus berjuang dengan gaji minim tanpa kepastian kesejahteraan. Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakadilan. Guru yang berperan langsung mencerdaskan generasi bangsa seolah kurang memperoleh atensi pemangku kebijakan, sementara bantuan sosial belum sepenuhnya tepat sasaran. S...

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu yang Belum Berkeadilan

Gambar
Gaji guru PPPK Paruh Waktu saat ini masih sangat beragam di setiap daerah karena bergantung pada kemampuan keuangan Pemerintah Daerah. Kondisi ini membuat banyak guru menerima gaji yang jauh dari kata layak, walau beban kerja dan tanggung jawab mereka sama. Padahal, jadi guru bukanlah pekerjaan ringan. Guru dituntut memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai karakter peserta didik. Selain mengajar, mereka juga harus mengerjakan banyak tugas administrasi, seperti mengunggah data dan berkas pembelajaran melalui berbagai aplikasi, yang sering kali memakan waktu dan tenaga. Gaji yang rendah tentu berdampak pada kesejahteraan dan motivasi guru. Sangat tidak adil jika tuntutan profesionalisme tinggi tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai. Pendidikan yang berkualitas tidak akan terwujud jika para pendidiknya terus bekerja dalam keterbatasan. Sudah seharusnya ada perhatian lebih serius dari pemerintah agar gaji guru PPPK Paruh Waktu lebih layak dan berkeadilan. ...

Pesta MBG dan Keselamatan Sekolah: Jangan Abaikan yang Lebih Mendesak

Gambar
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah merupakan langkah positif pemerintah dalam membantu pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik. Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, karena gizi yang baik berperan penting dalam tumbuh kembang dan konsentrasi belajar mereka. Tapi di balik manfaat tersebut, ada persoalan mendesak yang tidak boleh diabaikan, khususnya di Pulau Garam Madura. Hingga saat ini, masih banyak gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan yang sudah tua, rapuh, bahkan sebagian roboh jadi ancaman nyata bagi keselamatan peserta didik dan guru.   Ironis rasanya ketika anak-anak mendapatkan makanan bergizi, tapi harus belajar di ruang kelas yang tidak aman. Keselamatan sejatinya jadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Gedung sekolah yang layak bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar. Tanpa ruang belajar yang aman, proses pendidikan justru berubah jadi aktivitas yang penuh r...