Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Syiar Al-Qur’an di Pasongsongan: Santriwati PP Annidhamiyah Gelar Tasmi’ Juz 30 dan Khatmil Qur'an

Gambar
PASONGSONGAN – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an menyejukkan suasana Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (14/5/2026).  Para santriwati dari Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah melaksanakan kegiatan Tasmi’ Hafalan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus Khatmil Qur’an yang bertempat di kediaman salah satu santriwati, Fatilah Alfi Maghfirah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan para santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim antar keluarga besar pondok pesantren dengan wali santri. Tuan rumah acara, Fatilah Alfi Maghfirah, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di pesantren. Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat berarti bagi keluarganya. "Saya sangat senang karena semua rekan santriwati bisa bersilaturahim langsung ke rumah dan bertemu keluarga. Kehadiran teman-teman memberikan keberkahan tersendiri bagi kediaman ...

Menghapus Batas Administrasi demi Masa Depan: Belajar Gotong Royong dari Sempong Barat

Gambar
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mungkin dipisahkan garis batas peta administrasi yang tegas. Tapi, bagi warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, garis di atas kertas itu sama sekali tidak berlaku ketika dihadapkan pada urusan kemanusiaan, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka. Baru-baru ini, sebuah aksi swadaya yang luar biasa terjadi. Warga Dusun Sempong Barat secara sukarela turun ke jalan, mengayunkan cangkul, dan patungan membeli material untuk memperbaiki jalan perbatasan. Jumat (15/5/2026). Uniknya, jalan rusak yang mereka perbaiki itu secara legal-formal sebenarnya masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang notabene adalah wilayah Kabupaten Pamekasan. Aksi ini sekilas melahirkan tanya: Mengapa warga Sumenep yang harus repot-repot memperbaiki jalan di wilayah Pamekasan? Jawabannya sederhana, namun menampar kita semua: Kebutuhan nyata tidak mengenal birokrasi. Melintasi Batas demi Ilmu Alasan di balik kerelaan wa...

Demi Siswa Annidhamiyah, Warga Sempong Barat Gotong Royong Semen Jalan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Didorong oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan—khususnya para pelajar—warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki akses jalan perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.  Tapi, karena jalan ini jadi urat nadi aktivitas sehari-hari warga Dusun Sempong Barat, mereka memilih bergerak mandiri. Bagi warga Dusun Sempong Barat, sekat administratif tidak jadi penghalang untuk berbuat kebaikan.  Karena setiap hari, jalur tersebut padat dilalui oleh masyarakat Pasongsongan yang hendak menuju wilayah Pamekasan maupun sebaliknya. Melihat kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan, warga akhirny...

Inspiring! Warga Sempong Barat Sumenep Hidupkan "Song-osong Lombhung" Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Secara swadaya dan sukarela, mereka menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif tidak masuk dalam wilayah Sumenep.  Tokoh pemuda Dusun Sempong Barat, Maskur Prima, mengungkapkan bahwa akses jalan yang mereka benahi itu justru berada di wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Meski berada di wilayah kabupaten tetangga, warga Dusun Sempong Barat tidak ragu untuk turun tangan.  Hal ini jadi bukti nyata bahwa sekat administratif sama sekali tidak melunturkan nilai luhur "Song-osong Lombhung"—sebuah falsafah hidup masyarakat Madura yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.  Bagi warga, k...

Inspirasi Gotong Royong: Warga Sumenep Turun Tangan Perbaiki Jalan di Wilayah Pamekasan Demi Kepentingan Bersama!

Gambar
PASONGSONGAN - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi ditunjukkan warga Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Puluhan orang turun ke jalan untuk melakukan perbaikan jalan secara sukarela di area perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Aksi solidaritas ini bermula dari keprihatinan warga terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan seringkali menyulitkan mobilitas.  Uniknya, meskipun inisiatif berasal dari warga Sumenep, lokasi perbaikan jalan tersebut sebenarnya berada di wilayah administratif Kabupaten Pamekasan. Asmu'i, Kepala Dusun Sempong Barat, mengkonfirmasi hal tersebut. "Benar, posisi jalan yang kami perbaiki ini secara administratif masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terangnya saat ditemui di lokasi kerja bakti. Meskipun berbeda kabupaten, Asmu'i menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga ...

Wujud Gotong Royong, Warga Sempong Barat Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Demi kenyamanan dan keselamatan berkendara, warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan aksi nyata peduli lingkungan. Jumat (15/5/2026).  Secara sukarela dan swadaya, mereka menggelar aksi gotong royong memperbaiki akses jalan yang rusak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut secara administratif sebenarnya bukan masuk dalam wilayah Sumenep.  Hal ini dikonfirmasi oleh Suklis, salah seorang staf perangkat Desa Pasongsongan. "Posisi jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terang Suklis. Meski demikian, Suklis menjelaskan bahwa inisiatif kerja bakti ini murni lahir dari kesadaran warga Sempong Barat.  Sebab, jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital dan saban hari ramai dilintasi oleh masyarakat dari wilayah Sempong Barat untu...

Belajar Filosofi 'Lilin Kecil' dari Blangkon Agus Sugianto: Mengapa Kolaborasi Harus Menumbangkan Kompetisi Egois di Sekolah Kita

Gambar
Di era modern ini, dunia pendidikan seringkali terjebak dalam arus kompetisi yang melelahkan.  Sekolah-sekolah berlomba-lomba memoles citra, memperebutkan calon peserta didik baru, dan saling sikut demi status "sekolah favorit".  Keberhasilan pendidikan telanjur diukur secara egois: seberapa megah infrastruktur lembaga sendiri dan seberapa mentereng prestasi internalnya.  Tapi, di tengah riuh-rendah kompetisi yang sarat ego sektoral itu, sosok Agus Sugianto hadir membawa perspektif yang sepenuhnya berbeda. Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep ini belakangan mencuri perhatian publik.  Bukan sekadar karena blangkon khas yang selalu melekat di kepalanya—yang kerap dianggap sebagai sekadar gaya nyentrik—melainkan karena isi kepala dan pola pikirnya yang mendobrak pakem arus utama. Dalam sebuah diskusi pemikiran yang tajam bersama redaksi apoymadura.com, sebuah gugatan yang sangat realistis dilayangkan kepada Agus.  Mengapa ia, sebagai ke...