MBG dan Sekolah: Program Makan Gratis atau Cara Halus Membuat Pelajar Bergantung?
Pemerintah datang ke sekolah dengan senyum paling tulus. Membawa kotak makan. Diberi nama program mulia. MBG. Katanya demi gizi. Katanya demi masa depan. Tapi di balik nasi hangat, logika ikut didinginkan. Anak-anak pun belajar hal baru. Datang ke sekolah bukan untuk berpikir. Tapi menunggu makan siang. Buku bisa lupa. Lapar jangan. Pelan-pelan, ketergantungan tumbuh. Gratis terasa wajib. Negara hadir, tapi otak disuruh libur. Ironisnya, ini disebut investasi pendidikan. Padahal yang ditanam bukan nalar, tapi kebiasaan menengadah. Sekolah jadi kantin. Guru kalah pamor dengan lauk pauk. Dan kita tepuk tangan. Karena pembodohan kini dibungkus gizi. [kay]