Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Refleksi Idul Adha 1447 di Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
Rabu pagi, 27 Mei 2026, gema takbir bersahut-sahutan memecah keheningan Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan.  Di antara ribuan umat Muslim yang berbondong-bondong menuju tempat ibadah, langkah kaki kembali membawa saya ke sebuah tempat yang amat akrab: Masjid Al-Istikmal.  Di masjid yang berdiri kokoh di dalam kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep inilah, saya memilih untuk merayakan dan melaksanakan ibadah shalat Idul Adha. Bagi sebagian orang, memilih tempat shalat Idul Adha mungkin sekadar mencari tempat terdekat atau yang paling megah.  Tapi bagi saya, kembali ke Ponpes Al-Istikmal adalah sebuah ritual "pulang" yang sakral. Setiap tahun, saya selalu sengaja meluangkan waktu untuk menunaikan shalat Hari Raya di sini. Alasan di balik konsistensi ini sangat sederhana tapi mendalam: nostalgia dan takzim.  Di tempat inilah, semasa duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dahulu, saya menghabiskan masa kecil untuk mengaji dan menimba ilm...

Dari Pasongsongan ke Jember: Refleksi 33 Tahun Perjalanan Hidup Syamsul Arifin

Gambar
Pertemuan selalu punya cara sendiri untuk mengaduk-aduk emosi.  Kemarin malam (Selasa, 26 Mei 2026) di sebuah rumah di Dusun Pakotan, Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saya duduk berhadapan dengan Syamsul Arifin.  Di rumah saudaranya itulah, ingatan kami mendadak terlempar jauh ke belakang, tepatnya 33 tahun yang lalu. Tiga puluh tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar.  Pikiran saya langsung memutar kembali memori saat Syamsul masih lajang, belum memiliki istri, dan menjalani kerasnya hidup bersama orang tuanya.  Kala itu, kata "miskin" dan "menderita" bukan sekadar bumbu cerita, melainkan makanan sehari-hari yang harus mereka telan. Orang tua Syamsul adalah warga asli Pasongsongan yang memutuskan merantau ke Jember demi mengadu nasib.  Di tanah rantau itulah Syamsul lahir dan dibesarkan.  Tanpa modal apa pun kecuali tenaga dan harapan, mereka bertahan hidup di garis kemiskinan yang amat ketat.  Menatap Syamsul yang sekarang, sulit rasanya melupak...

Tingkatkan Mutu Edukasi, KKG 01 Pasongsongan Gelar Rapat Komunitas Belajar Berbasis Digital

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terus menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi mutu pendidikan dasar.  Langkah nyata ini dibuktikan melalui gelaran rapat kegiatan komunitas belajar antar sekolah yang ditempatkan di SDN Pasongsongan 4. Selasa (26/5/2026).  Pertemuan strategis ini mempertemukan para pendidik lintas sekolah guna menyelaraskan visi pembelajaran modern.  Dalam kesempatan tersebut, KKG 01 mengusung tema yang sangat relevan dengan tuntutan zaman, yakni "Inspirasi Asesmen dan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Digital". Hadir sebagai pemateri utama, Agus Suprianto, S.Pd., mengupas tuntas mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran serta instrumen penilaian (asesmen) siswa.  Menurutnya, pemanfaatan platform digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menciptakan kelas yang interaktif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman....

Sinergi Hebat SDN Panaongan 3: Ketuk Empati Wali Murid demi Masa Depan Anak

Gambar
PASONGSONGAN – Hubungan harmonis antara sekolah dan orang tua bukan sekadar formalitas di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.  Hal ini dibuktikan dalam rapat wali murid kelas I sampai kelas V yang berlangsung penuh kekeluargaan. Selasa (26/5/2026).  Pertemuan ini jadi momentum penting bagi sekolah untuk menyatukan maksud, menyelaraskan tujuan, sekaligus mengetuk empati dan kepedulian para orang tua demi membawa lembaga pendidikan ini ke arah yang lebih baik. Rapat digelar untuk mempersiapkan Malam Pelepasan Siswa Kelas VI dan Pengajian Umum peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H tersebut, berkembang jadi ruang dialog yang menyentuh hati.  Sekolah dan wali murid tampak melebur dalam satu visi yang sama: memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, memaparkan pandangan sekolah mengenai pentingnya menyatukan langkah.  Ia menegaskan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri ...

Gebrakan SDN Panaongan 3 Pasongsongan: Akan Gelar Pengajian Akbar Bersama KH Musleh Adnan!

Gambar
  PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menunjukkan eksistensinya lewat sebuah gebrakan baru.  Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, pihak sekolah bersiap menggelar acara Pengajian Umum berskala besar. Acara religius tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, bertempat langsung di halaman utama SDN Panaongan 3.  Berdasarkan rilis agenda dari pihak panitia, rangkaian acara pengajian umum ini akan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Tidak tanggung-tanggung, guna menyemarakkan peringatan hari besar Islam ini, pihak sekolah sukses mengundang dai kondang asal Pamekasan yang tengah viral dan digandrungi masyarakat Madura, KH Musleh Adnan. Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd, mengonfirmasi langsung kepastian kehadiran sang dai.  Menurutnya, kepastian tersebut didapatkan setelah dirinya bersama jajaran dewan guru SDN Panaongan 3 melakukan kunjungan silat...

Rahasia SDN Padangdangan 1 Sumenep Bentuk Karakter Siswa Lewat Upacara

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera mingguan dengan penuh khidmat.  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini berlangsung tertib di halaman utama sekolah. Senin (25/5/2026).  Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Nurrahmaniah, S.Pd.  Dalam amanatnya, ia memberikan sejumlah arahan penting yang berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta ketertiban lingkungan sekolah. Saat memberikan amanat di hadapan ratusan siswa, Nurrahmaniah mengingatkan kembali pentingnya menjaga sikap tampang dan kekhidmatan selama prosesi pengibaran bendera berlangsung.  Ia menyayangkan jika masih ada siswa yang kurang fokus saat berada di barisan. "Saya ingatkan kembali kepada seluruh siswa, ketika posisi siap, semuanya harus fokus. Jangan ada lagi yang mengobrol atau berbicara dengan temannya. Upacara ini adalah salah ...

Kedepankan Karakter, Guru SDN Padangdangan 2 Tekankan Pentingnya Sikap Hormat Siswa kepada Pendidik

Gambar
PASONGSONGAN – Upacara bendera di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat. Senin (25/5/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara, Zainal Arifin, S.Pd., memberikan amanat penting yang menyasar langsung pada pembentukan karakter dan moral para peserta didik.  Dalam amanat singkatnya di hadapan seluruh siswa, kepala sekolah, serta jajaran dewan guru, sosok yang juga mengemban tugas sebagai guru kelas II ini menekankan bahwa kecerdasan akademik harus selalu berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti.  Salah satu pondasi utamanya adalah menjaga sikap hormat kepada guru. "Ilmu yang berkah itu mengalir dari rida para guru. Oleh karena itu, sepintar apa pun kita, jangan pernah melupakan rasa hormat, sopan santun, dan takzim kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kita setiap hari," ujar Zainal Arifin di tengah halaman sekolah.  Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman saat ini menuntut generasi...