Postingan

Featured Post

NU Terlalu Sibuk ke Atas, Warga Ribut ke Bawah: Retaknya Harmoni Organisasi

Gambar
NU adalah organisasi besar. Begitu besar sampai pengurus di atas dan warga di bawah tampak hidup di dua alam berbeda. Yang satu di ruang rapat ber-AC, yang lain di lapangan penuh perdebatan. Keduanya sama-sama NU, tapi rasanya seperti sedang tidak satu grup WhatsApp. Para pengurus terlihat sibuk. Sibuk rapat, sibuk manuver, sibuk lobi. Saking sibuknya, suara warga kecil terdengar seperti notifikasi yang disenyapkan. Sementara itu, di bawah, warga NU ribut soal nasab. Debat panas. Persaudaraan memanas. Tapi tenang saja, di atas semuanya tetap adem. Saat warga saling bersitegang, para elit tampak khusyuk jaga kepentingan pribadi. Katanya demi organisasi. Meski anehnya, yang kenyang selalu itu-itu saja. Rakyat diminta sabar. Diminta dewasa. Diminta jangan ribut. Padahal yang paling jarang turun tangan justru para pemilik mikrofon. NU tidak akan runtuh. Terlalu besar untuk itu. Tapi kepercayaan bisa bocor pelan-pelan. Kalau pemimpin terus sibuk mengurus perut sendiri, sementa...

Kekompakan Luar Biasa: KKG Gugus 02 Pasongsongan Bahas Sekolah Ramah Anak di SDN Panaongan 3

Gambar
Sundari, S.Pd (kanan) SUMENEP – Pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan kembali digelar dengan penuh antusias. Kamis (5/2/2026). Kali ini giliran SDN Panaongan 3 jadi tuan rumah bagi para pendidik yang ingin memperdalam strategi pendidikan lewat tema menarik: “Merajut Inklusivitas: Membangun Sekolah Ramah Anak.” Ada hal yang berbeda dan membanggakan dalam rapat kali ini. Tingkat kehadiran peserta menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini turut diamini Sundari, S.Pd., guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dari SDN Padangdangan 1. "Rapat KKG 02 kali ini terbilang sangat sukses. Hampir seluruh guru, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan hadir dengan kompak dan tepat waktu. Semangat kebersamaan seperti ini yang kita butuhkan untuk maju bersama," ungkap Sundari ketika dimintai komentarnya oleh awak media. Menurut perempuan dari dua orang anak ini menjelaskan, bahwa rapat kali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum pentin...

Sinergi Pendidik di Gugus 02 Pasongsongan: Wujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Inklusivitas

Gambar
Sariman, S.Pd (kiri). SUMENEP   – Semangat kolaborasi antar-pendidik kembali terlihat dalam pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan. Kamis (5/2/2026). Pertemuan bulan ini diselenggarakan di SDN Panaongan 3, dengan mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan modern: “Merajut Inklusivitas: Membangun Sekolah Ramah Anak.” Tema ini dipilih untuk memperkuat pemahaman guru mengenai pentingnya menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap anak, terlepas dari latar belakang maupun kondisi fisiknya. Hadir sebagai pemateri utama adalah Sariman, S.Pd., yang merupakan tenaga pendidik dari SDN Soddara 1. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa inklusivitas bukan sekadar menerima siswa berkebutuhan khusus, melainkan tentang bagaimana kurikulum dan pola pengajaran bisa beradaptasi dengan kebutuhan unik setiap individu. "Sekolah ramah anak dimulai dari hati seorang guru yang mampu melihat potensi ...

Pertemuan Rutin KKG Gugus 02 Pasongsongan Digelar di SDN Panaongan 3

Gambar
SUMENEP - Pertemuan rutin bulanan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan berlangsung di SDN Panaongan 3. Kamis (5/2/2026).  Kegiatan ini dihadiri para guru dari sekolah-sekolah anggota gugus sebagai wadah koordinasi dan peningkatan profesionalisme pendidik. Agus Sugianto, S.Pd, selaku perwakilan tuan rumah, menyampaikan permohonan maaf atas molornya waktu pelaksanaan pertemuan.  Dalam undangan, kegiatan dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB, tapi pelaksanaannya sedikit tertunda. “Ini bukan unsur kesengajaan, tapi karena adanya pembagian MBG (Makanan Bergizi Gratis) kepada para siswa dan guru,” ungkap Agus Sugianto.  Ia menambahkan, pembagian MBG di SDN Panaongan 3 tersebut merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan, sehingga membutuhkan penyesuaian dalam pelaksanaannya . [kay]

Pengawas Bina Tekankan Integritas Moral Guru pada Pertemuan KKG Gugus 02 Pasongsongan

Gambar
Abu Sufyan (berdiri). ​ SUMENEP – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang bertempat di SDN Panaongan 3. Kamis (5/2/2026).  Kegiatan ini jadi wadah koordinasi sekaligus peningkatan kompetensi bagi para pendidik di lingkungan gugus tersebut. ​Acara ini dihadiri langsung Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd.  Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pengarahan terkait profesionalisme dan etika profesi guru sebagai teladan di masyarakat. ​Dalam amanat singkatnya, Abu Supyan memberikan peringatan keras bagi seluruh tenaga pendidik untuk senantiasa menjaga martabat diri dan institusi.  Ia menekankan agar para guru menjauhi segala bentuk tindakan yang melanggar norma, termasuk perselingkuhan. ​"Sebagai pendidik, kita adalah figur yang digugu dan ditiru. Menjaga integritas moral, termasuk menghindari perselingkuhan, adalah harga mati demi marwah pendidikan dan masa depan anak didik kita," tegas ...

Sinergi Warga dan Tokoh Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung

Gambar
SUMENEP – Semangat gotong royong dan kepedulian tokoh masyarakat berhasil mengubah wajah infrastruktur di Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan. Proyek plesterisasi jalan kampung sepanjang 50 meter yang sebelumnya rusak, kini telah rampung dikerjakan dan siap digunakan warga. Jumat (6/2/2026). Perbaikan jalan ini bermula dari inisiatif Adam Biyono Gafur. Meski statusnya adalah jalan buntu, Adam tetap bergerak menggalang dana swadaya dari masyarakat sekitar demi kenyamanan mobilitas sehari-hari. Langkah swadaya warga ini rupanya memantik simpati dari berbagai pihak. Kepala Desa Pasongsongan turun tangan langsung memberikan dukungan dana untuk memastikan pengerjaan jalan tersebut berjalan lancar. "Kami sangat mendukung langkah swadaya masyarakat seperti ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian warga terhadap pembangunan desa, dan tentu pemerintah desa akan selalu hadir untuk menyokongnya," ujar Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. Senada dengan hal tersebut,...

Dukung Literasi Digital, Owner Toko Ungu Pasongsongan Danai Plesterisasi Jalan Sempong Barat

Gambar
Owner Toko Ungu Pasongsongan. SUMENEP – Akses jalan kampung di Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, kini tampil lebih rapi dan nyaman. Proyek plesterisasi jalan sepanjang 50 meter tersebut dinyatakan rampung berkat kolaborasi apik antara inisiatif warga dan dukungan sektor swasta. Jumat (6/2/2026). Jalan pelosok yang kini sudah mulus tersebut salah satunya mendapatkan suntikan dana segar dari Zainollah, pemilik (owner) Toko Ungu Pasongsongan. Zainollah mengungkapkan bahwa keputusannya membantu perbaikan jalan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat Dusun Sempong Barat memiliki potensi strategis karena jadi markas bagi media digital lokal. "Saya punya perhatian khusus terhadap jalan kampung tersebut karena di sana terdapat operasional website lokal www.apoymadura.com ," ujar Zainollah. Menurutnya, keberadaan media lokal tersebut seringkali menarik kunjungan dari berbagai pihak luar yang ingin bersilaturahmi atau melakukan koordinasi terkait informasi di wilayah...

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Gambar
SUMENEP – Semangat gotong royong warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, membuahkan hasil nyata. Proyek plesterisasi jalan kampung yang sebelumnya rusak kini telah rampung dikerjakan. Jumat (6/2/2026). Perbaikan jalan sepanjang 50 meter tersebut diinisiasi oleh Adam Biyono Gafur. Menariknya, jalan yang diperbaiki ini merupakan akses jalan buntu yang sehari-harinya digunakan warga sekitar. Kondisi jalan yang kini mulus diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga dalam beraktivitas. Adam Biyono Gafur menjelaskan bahwa ide perbaikan ini muncul dari keinginan warga untuk memiliki infrastruktur yang lebih layak. "Karena ini jalan buntu, kami berinisiatif menggalang dana secara swadaya dari warga sekitar. Ternyata, kabar perbaikan ini mendapat respons positif dan perhatian besar dari berbagai kalangan," ujar Adam. Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan pihak luar yang turut memberikan bantuan dana tambahan sehingga pengerjaan ...

Kontroversi Nasab Ba’alawi dan Keberanian Membongkar Klaim Keturunan

Gambar
Isu nasab Ba’alawi, kelompok habib Yaman yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, kembali memicu perdebatan panjang di tengah umat Islam Indonesia.  Selama puluhan tahun klaim nasab ini diterima luas tanpa banyak ruang kritik.  Tapi, situasi berubah ketika KH Imaduddin Utsman al-Bantani secara terbuka menyuarakan keberatannya dan menyebut adanya dugaan “kepalsuan” dalam klaim keturunan para imigran Yaman tersebut. KH Imaduddin Utsman al-Bantani sendiri dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus penulis yang menaruh perhatian serius pada kajian nasab.  Lewat penelitian yang ia klaim berbasis literatur sejarah dan silsilah, ia mempertanyakan validitas rantai keturunan Ba’alawi yang bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.  Sikap lantangnya menuai pro dan kontra: sebagian menganggapnya sebagai upaya ilmiah untuk meluruskan sejarah, sementara yang lain menilai langkah tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan umat. Terlepas dari kontroversinya, nas...

Sambut Bulan Suci, Rocker Asal Sumenep Umar Dhany Kawesa Rilis Single "Rindu Ramadhan"

Gambar
Umar Dhany Kawesa ​ SUMENEP – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, musisi kebanggaan Kota Keris, Umar Dhany Kawesa, kembali mewarnai belantika musik tanah air.  Penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal pop rock yang kuat ini resmi merilis single religi terbaru bertajuk "Rindu Ramadhan". ​Lagu yang lahir dari buah pemikiran dan karya cipta Umar Dhany sendiri ini diproduksi di bawah naungan Mars Record.  Lewat "Rindu Ramadhan", Umar mencoba menyentuh sisi spiritual pendengar dengan lirik yang penuh kerinduan akan suasana bulan penuh ampunan. ​Umar Dhany Kawesa bukanlah nama baru di industri musik.  Sebagai musisi yang lama berkarier di Jakarta, ia telah memantapkan posisinya sebagai solois pop rock dengan beberapa album yang telah dirilis sebelumnya. ​Tak hanya setia pada jalur rock, Umar juga dikenal amat mencintai tanah kelahirannya.  Hal ini dibuktikan dengan dedikasinya meluncurkan album berisi lagu-lagu berbahasa Madura, menunjukkan fleksibilitasnya sebaga...

Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 6 SD

Gambar
Berikut ini apoymadura.com akan menyajikan soal-soal dan kunci jawaban Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap mata pelajaran Bahasa Madura untuk kelas 6 SD. 1. Settong otaba pan-barempan okara se ekoca’agi ka oreng laen se malowagi jawaban esebbut … A.   okara kakanthen B.   bak-tebbagan C.   parebasan D.   saloka   2. Bak-tebbagan ekoca’agi kalaban samar tojjuwanna sopaja …. A.   agella’an B.   etebbak C.   ekarembak D.   ekaenga’e   3. Bak-tebbagan biyasana aesse okara …. A.   kakanthen B.   petanya C.   pasoro D.   lalakon   4. Bak-tebbagan ekoca’ sastra en-maenan se tojjuwanna kaangguy …. A.   masenneng ate B.   matapencol ate C.   panglepor ate D.   masekkel ate   5. Sala settong tatengngerra okara bak-tebbagan marlowagi badhana …. A.   soalla B.   jawabanna C.   monyena D.   endhana okara   6. Ba...

Puting Beliung dan Alarm Kesiapsiagaan di Desa Karduluk Sumenep

Gambar
Rumah warga di Karduluk. Bencana puting beliung di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep mengakibatkan beberapa rumah rusak berat.  Ahad (1/2/2026). Hal ini jadi pengingat pahit bahwa ancaman bencana alam bisa datang kapan saja. Dalam hitungan menit, angin kencang mampu merenggut rasa aman warga dan memporak-porandakan tempat tinggal yang dibangun bertahun-tahun dengan kerja keras. Peristiwa ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai musibah musiman. Perubahan pola cuaca yang ekstrem menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kerusakan rumah warga menunjukkan masih lemahnya ketahanan bangunan terhadap bencana, terutama bagi masyarakat pedesaan yang sebagian besar membangun rumah dengan keterbatasan ekonomi. Puting beliung di Desa Karduluk sejatinya jadi alarm bersama: bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. [k4y] Catatan: Semua video kiriman dari netizen warga Karduluk.