MBG Pasongsongan: Antara Makan Gratis, Cemas Orang Tua, dan Usulan UMB
MBG akhirnya datang juga. Pekan ini. Hampir merata. Masuk ke sekolah-sekolah di Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Anak-anak menyambutnya dengan sorak kecil dan perut kosong. Bagi mereka, gratis itu selalu terdengar lezat. Soal gizi, nanti belakangan. Yang penting bisa makan bareng teman. Di luar pagar sekolah, cerita jadi lain. Sebagian orang tua gelisah. Ada kabar keracunan di daerah lain. Pesan berantai lebih cepat dari sendok makan. MBG pun berubah wujud. Dari Makan Bergizi Gratis jadi Makan Bikin Galau. Anak disuruh hati-hati, tapi tetap lapar. Lalu muncul ide brilian. Mengapa tidak uang saja? Lebih fleksibel, katanya. Anak bisa beli sesuai selera. Usulan ini jujur dan kreatif. Tapi kalau begitu, namanya jangan MBG. Ganti saja UMB (Uang Makan Bergizi). Soal bergizinya? Itu urusan nanti. Hehehe. [kay]