Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Rahasia SDN Padangdangan 1 Sumenep Bentuk Karakter Siswa Lewat Upacara

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera mingguan dengan penuh khidmat.  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini berlangsung tertib di halaman utama sekolah. Senin (25/5/2026).  Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Nurrahmaniah, S.Pd.  Dalam amanatnya, ia memberikan sejumlah arahan penting yang berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta ketertiban lingkungan sekolah. Saat memberikan amanat di hadapan ratusan siswa, Nurrahmaniah mengingatkan kembali pentingnya menjaga sikap tampang dan kekhidmatan selama prosesi pengibaran bendera berlangsung.  Ia menyayangkan jika masih ada siswa yang kurang fokus saat berada di barisan. "Saya ingatkan kembali kepada seluruh siswa, ketika posisi siap, semuanya harus fokus. Jangan ada lagi yang mengobrol atau berbicara dengan temannya. Upacara ini adalah salah ...

Kedepankan Karakter, Guru SDN Padangdangan 2 Tekankan Pentingnya Sikap Hormat Siswa kepada Pendidik

Gambar
PASONGSONGAN – Upacara bendera di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat. Senin (25/5/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara, Zainal Arifin, S.Pd., memberikan amanat penting yang menyasar langsung pada pembentukan karakter dan moral para peserta didik.  Dalam amanat singkatnya di hadapan seluruh siswa, kepala sekolah, serta jajaran dewan guru, sosok yang juga mengemban tugas sebagai guru kelas II ini menekankan bahwa kecerdasan akademik harus selalu berjalan beriringan dengan keluhuran budi pekerti.  Salah satu pondasi utamanya adalah menjaga sikap hormat kepada guru. "Ilmu yang berkah itu mengalir dari rida para guru. Oleh karena itu, sepintar apa pun kita, jangan pernah melupakan rasa hormat, sopan santun, dan takzim kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing kita setiap hari," ujar Zainal Arifin di tengah halaman sekolah.  Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman saat ini menuntut generasi...

Lepas Pisah Edukatif, SDN Padangdangan 2 Ajak Siswa Kelas VI Darmawisata ke Museum Keraton Sumenep

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh kegembiraan sekaligus keharuan menyelimuti jajaran guru, kepala sekolah, dan siswa-siswi kelas VI SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sabtu (23/5/2026).  Guna menandai berakhirnya masa belajar di bangku sekolah dasar, mereka menggelar kegiatan darmawisata edukatif ke sejumlah destinasi wisata bersejarah di wilayah Kabupaten Sumenep. Salah satu destinasi utama yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan ini adalah Museum Keraton Sumenep.  Di tempat ini, para siswa diajak untuk melihat langsung peninggalan sejarah masa lalu, mengenal warisan budaya lokal, serta memperluas wawasan sejarah mereka sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kegiatan darmawisata ini didampingi langsung Kepala Sekolah beserta para guru SDN Padangdangan 2.  Kehadiran para pendidik ini tidak hanya untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, tapi juga memberikan bimbingan edukasi di setiap lokasi wisata yang dikunjungi. Salah...

Pererat Kebersamaan, Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 2 Gelar Darmawisata dan Doa Bersama di Asta Tinggi

Gambar
PASONGSONGAN – Guna menyegarkan pikiran sekaligus menambah wawasan sejarah dan religi setelah menempuh rangkaian ujian, keluarga besar SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menggelar kegiatan darmawisata bagi siswa-siswi kelas VI.  Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan, diikuti para siswa dengan didampingi langsung oleh kepala sekolah serta para guru. Sabtu (23/5/2026). Darmawisata ini bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dan peserta didik sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Salah satu destinasi utama dalam rangkaian darmawisata kali ini adalah Wisata Religi Asta Tinggi, kompleks pemakaman raja-raja Sumenep yang sarat akan nilai sejarah dan spiritual.  Kehadiran rombongan dari SDN Padangdangan 2 di situs bersejarah ini tidak hanya untuk berekreasi, melainkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia dan menghormati jasa para leluhur Mad...

Membaca Sejarah, Menanam Karakter: Catatan Reflektif Darmawisata Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 2

Gambar
Tidak ada yang salah, darmawisata sekolah seringkali diidentikkan dengan sekadar rekreasi melepas penat setelah ujian.  Tapi, bagi kami di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, perjalanan bersama siswa-siswi kelas VI kali ini memuat esensi yang jauh lebih mendalam.  Di bawah bimbingan langsung Kepala Sekolah beserta jajaran dewan guru, kami membawa anak-anak melangkah keluar dari dinding kelas untuk membaca langsung buku peradaban yang terhampar di bumi Sumenep. Sebagai pendidik, kami menyadari bahwa tumpukan teori di dalam kelas kerapkali terasa abstrak bagi siswa.  Oleh karena itu, mendampingi mereka menjelajahi kekayaan daerah sendiri adalah cara terbaik untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap tanah kelahiran. Dari sekian banyak destinasi yang dikunjungi, momen di Asta Tinggi—kompleks pemakaman Raja-raja Sumenep—menjadi puncak perjalanan yang paling menggetarkan hati. Sabtu (23/5/2025).  Tempat ini bukan sekadar situs purbakala atau tu...

Menenun Kenangan: Catatan Darmawisata Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 2 Pasongsongan

Gambar
Momen kelulusan sekolah dasar selalu menyisakan ruang rindu yang personal, baik bagi siswa maupun kami para pendidik.  Setelah berbulan-bulan bergelut dengan buku, latihan soal, dan persiapan ujian, tibalah saatnya memberikan hadiah kecil bagi siswa-siswi kelas VI SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sabtu (23/5/2026).  Sebuah perjalanan darmawisata menyusuri kekayaan sejarah dan keindahan daerah sendiri, Kota Keris Sumenep. Perjalanan ini bukan sekadar plesiran untuk melepas penat.  Bagi saya, para guru, dan Kepala Sekolah SDN Padangdangan 2, agenda ini adalah ruang kelas yang berpindah.  Sebuah momentum untuk merekatkan kebersamaan yang mungkin beberapa pekan lagi akan berganti jadi untaian perpisahan demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dari sekian destinasi yang kami kunjungi di Sumenep, ada satu titik spiritual yang memberikan kesan paling mendalam: Asta Tinggi.  Kompleks makam raja-raja Sumenep yang sarat akan...

Dua Siswa SMPN 1 Pasongsongan Ukir Prestasi Membanggakan di Ajang Pantomim

Gambar
PASONGSONGAN – Bakat-bakat muda di bidang seni pertunjukan terus bermunculan dari wilayah utara Sumenep.  Kali ini, prestasi membanggakan datang dari SMPN 1 Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sabtu (23/5/2026).  Dua siswa terbaiknya, Sandika Amirul Zaman (kelas 8A) dan Muh. Zhakir Majedi (kelas 7A), sukses menunjukkan bakat luar biasa mereka dalam seni gerak tanpa kata alias pantomim. Keberhasilan kedua siswa ini tidak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Ali Romdhon Muayyat Billah, atau yang akrab disapa Abil.  Menariknya, Coach Abil sendiri bukan orang baru dalam dunia seni ini.  Ia merupakan mantan juara pantomim saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pengalaman serta totalitasnya dalam membina generasi muda kini berhasil diteruskan kepada Sandika dan Zhakir. Kombinasi antara bakat alami siswa, ketekunan berlatih, dan arahan dari pelatih yang berpengalaman terbukti mampu melahirkan harmonisasi gerakan yang memukau tim juri dan penon...