Postingan

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

Gambar
​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak tersentuh kebijakan pemerintah.  Kita patut bersyukur atas janji kesejahteraan kendati selalu "jauh panggang dari api". Ketidakpedulian penguasa justru jadi bumbu penyedap paling otentik di meja makan rakyat jelata. ​Dan kekecewaan menggunung mendadak luruh bersama segelas es teh manis.  Siapa butuh anggaran pendidikan dan kesehatan yang mumpuni jika kita sudah punya label "sejahtera" di atas kertas?  Kita diajak merayakan pemangkasan hak-hak dasar demi satu piring harapan.  Bukankah sangat puitis melihat masa depan anak bangsa dikorbankan demi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang penuh kemegahan? ​Mari kita kunyah makanan ini dengan khidmat tanpa perlu banyak tanya.  Nikmatilah kemewahan sesaat ini selagi angka kemiskinan hanya jadi hiasan infografis di kantor kementerian.  Pemerintah sedang bekerja keras mencerdaskan b...

Keren! Pembina Upacara SDN Padangdangan 1 Minta Siswa Kelas Tinggi Jadi Contoh

Gambar
PASONGSONGAN — Kedisiplinan dan pembentukan karakter sejak dini terus jadi fokus utama di lingkungan sekolah dasar.  Hal ini ditegaskan kembali dalam upacara bendera hari Senin yang berlangsung khidmat di halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Senin (20/7/2026).  Bertindak sebagai Pembina Upacara, Yudi Hariyanto, S.Pd., menyampaikan amanat penting yang ditujukan kepada seluruh warga sekolah.  Dalam arahannya, ia memberikan penekanan khusus mengenai adab dan perilaku santun, khususnya penghormatan siswa terhadap seluruh guru di sekolah. Menurut Yudi, adab merupakan pondasi utama dalam menuntut ilmu.  Oleh karena itu, ia meminta seluruh siswa untuk selalu menjaga sopan santun, mendengarkan nasihat, dan menghormati bapak dan ibu guru yang telah mendidik mereka dengan ikhlas. Selain masalah adab, Yudi Hariyanto juga menyoroti pentingnya peran keteladanan di lingkungan sekolah.  Ia mengimbau agar para siswa di kelas tinggi (kelas IV, ...

Guru SDN Padangdangan 2 Pasongsongan: Stop Bullying, Yuk Berani Melapor!

Gambar
PASONGSONGAN — Upaya pencegahan aksi perundungan (bullying) terus digalakkan di lingkungan sekolah. Senin (20/7/2026).  Dalam amanat upacara bendera, Guru Kelas V SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Akbar Cholik, S.Pd., memberikan peringatan keras kepada seluruh siswa agar sama sekali tidak melakukan tindakan perundungan. Di hadapan peserta upacara, Akbar menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar.  Ia mengimbau kepada seluruh siswa-siswi untuk saling menghargai dan tidak ragu melaporkan kepada pihak guru jika melihat atau mengalami tindakan perundungan. "Jika ada yang melakukan perundungan, segera melapor kepada guru. Jangan takut," tegas Akbar Cholik dalam amanatnya. Ia juga menjelaskan bahwa perundungan biasanya dilakukan oleh pihak yang merasa lebih kuat atau lebih dewasa secara usia kepada mereka yang lebih lemah.  Oleh karena itu, Akbar mengingatkan pentingnya keberanian untuk bersuara agar lingkaran p...

Ironi Pasongsongan Sumenep: Lumbung Ikan yang Kini Sepi Juragan Perahu

Gambar
Bagi masyarakat Madura, bahkan sebagian besar orang di Jawa Timur, nama Pasongsongan bukan sekadar titik koordinat di pesisir utara Kabupaten Sumenep.  Sejak generasi kakek-nenek kita terdahulu, Pasongsongan adalah legenda hidup—sebuah episentrum bahari yang diakui sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Pulau Garam.  Deru mesin perahu, aroma asin laut yang khas, dan riuhnya tawar-menawar di pelabuhan pesisir Pasongsongan  adalah urat nadi kehidupan masyarakatnya.  Menjadi "Juragan Perahu" di sini bukan cuma soal status sosial, melainkan simbol kejayaan dan kebanggaan harga diri laki-laki pesisir. Tapi, hari ini, narasi kejayaan itu sedang mengalami ujian terbesarnya.  Angin perubahan meniupkan cerita yang berbeda dari pesisir Pasongsongan.  Banyak perahu bersandar di dermaga, dan satu demi satu juragan perahu yang dulunya menguasai lautan memilih untuk menepi.  Kenapa begitu? Karena seringkali perahu mereka pulang tanpa hasil.  Merek...

Mulia! Aksi TikToker Mana-Mana di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Gambar
PASONGSONGAN — TikToker asal Sumenep yang populer dengan nama "Mana-Mana" menunjukkan aksi nyata kepedulian sosialnya dengan mengunjungi SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (16/7/2026). Kehadiran konten kreator ini membawa kebahagiaan bagi keluarga besar sekolah, khususnya para siswa yang membutuhkan. Dalam kunjungan tersebut, Mana-Mana menyerahkan santunan secara langsung kepada sejumlah siswa yatim serta membagikan bantuan paket alat tulis.  Aksi ini diharapkan bisa memotivasi para siswa agar tetap bersemangat dalam menuntut ilmu di bangku sekolah. "Alhamdulillah, hari ini bisa sedikit berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di SDN Panaongan 3," ujar Mana-Mana di sela-sela kegiatannya. Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan TikToker asal Sumenep ini.  Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi para siswa. "Kami sangat berterima kasih atas kepedulia...

Hari Ke-4 MPLS Ramah SDN Panaongan 3: Nakes Pasongsongan Edukasi Siswa Lewat "Gerakan ASRI"

Gambar
PASONGSONGAN— Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menghadirkan kegiatan edukasi yang interaktif dan bermanfaat bagi para peserta didik baru. Kamis (16/7/2026).  Bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, sekolah menghadirkan dua tenaga kesehatan (nakes), Lailatul Fadila dan Febrilah Putri, untuk memberikan edukasi mengenai Gerakan ASRI.  Gerakan ini dirancang khusus untuk mengajarkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya hidup bersih, sehat, aman, serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap indah dan nyaman. Dalam sesi tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti arahan dari para nakes (tenaga kesehatan).  Edukasi dikemas secara menyenangkan agar nilai-nilai kebersihan dan kesehatan lingkungan bisa dengan mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto...

Aksi Nyata Mana-Mana di MPLS SDN Panaongan 3, Edukasi Plus Santunan!

Gambar
PASONGSONGAN – Kehadiran konten kreator sekaligus TikToker asal Madura, Deny Puja Pranata, atau yang lebih akrab disapa Mana-Mana, kembali memicu antusiasme luar biasa.  Untuk kedua kalinya, ia hadir di tengah keluarga besar SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (16/7/2026). Kedatangan Mana-Mana kali ini bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.  Dalam kesempatan tersebut, ia membawa misi penting untuk mengedukasi para peserta didik baru mengenai pentingnya Sopan Santun Bersosmed. Dengan gaya khasnya yang komunikatif, interaktif, dan penuh humor, Mana-Mana berhasil mencairkan suasana.  Di hadapan para siswa, ia mengingatkan agar generasi muda bijak dalam menggunakan teknologi digital sejak dini. "Media sosial itu harus jadi ruang untuk berbagi kebaikan dan hal-hal positif, bukan tempat untuk saling menghina ataupun menyebarkan kebencian," tegas Mana-Mana di sela-sela kegiatannya. Tidak hanya berbag...

Soroti 'Anomali Kekuasaan', Ahmad Riyadi Sebut Kondisi Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gambar
PASONGSONGAN — Kondisi sosial, ekonomi, dan penegakan hukum di Indonesia menuai sorotan tajam. Selasa (14/7/2026).  Dalam sebuah diskusi rutin yang digelar di Gedung Wahab Hasbullah, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, akademisi sekaligus pengamat, Ahmad Riyadi, M.Pd, secara gamblang membedah fenomena yang ia sebut sebagai "Anomali Kekuasaan". Menurut Ahmad Riyadi, saat ini Indonesia sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.  Ia menilai ada ketimpangan besar antara narasi keberhasilan pemerintah dengan realitas yang dihadapi oleh masyarakat di akar rumput. "Banyak kebijakan yang menyerap anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jumlah fantastis, namun dampaknya tidak dirasakan secara utuhnya oleh rakyat," ujar Ahmad Riyadi dalam pemaparannya. Di sisi lain, Ketua MWC NU Pasongsongan ini juga menyoroti beban hidup masyarakat yang kian berat akibat lonjakan pajak dan utang luar negeri negara yang terus menumpuk. Ironisnya,...