Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan
Berita itu beredar seperti kabar lama yang diputar ulang. Soal ijazah asli yang tak kunjung hadir. Seorang negarawan diminta menunjukkan kertas, bukan kebesaran. Rakyat menunggu dengan sabar, lalu lelah. Ironis, di negeri administrasi, justru administrasi jadi misteri. Kekecewaan pun tumbuh rapi. Bukan karena benci, tapi karena cinta yang kebablasan. Rakyat hanya ingin teladan. Bukan drama. Ketika pertanyaan dijawab dengan diam, spekulasi jadi hiburan murah. Artinya, keheningan disebut kebijaksanaan. Yang lebih getir, sebagian rakyat malah tersandung hukum. Hanya karena bertanya. Hanya karena berharap. Negeri ini memang ramah slogan, tapi alergi klarifikasi. Di sini, cinta pada pemimpin bisa berujung sidang. Dan ijazah tetap jadi legenda. [kay]