Suara Mahasiswa, Teror Kritik Prabowo, dan Tragedi Anak NTT yang Terlupa
Dalam podcast Forum Keadilan TV, suara mahasiswa kembali terdengar. Bukan lewat toa demo. Tapi lewat YouTube. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, bicara soal kebijakan Presiden Prabowo. Lalu katanya diteror. Negara pun sigap. Sigap membuat gaduh. Bukan sigap melindungi warganya. Tiyo membongkar cerita pahit dari NTT. Anak usia 10 tahun. Mengakhiri hidup. Bukan karena cinta. Bukan karena game. Tapi karena alat tulis Rp10 ribu. Angka yang terlalu kecil untuk APBN. Terlalu besar untuk nurani negara. Kita punya tank. Kita punya seragam. Tapi tak punya pensil untuk anak miskin. Ironisnya, yang ribut justru kritiknya. Bukan tragedinya. Mahasiswa diteror. Pejabat santai. Negara tersinggung. Rakyat disuruh mengerti. Mungkin memang begitu konsep keadilan versi baru. Nyawa murah. Kritik mahal. Dan alat tulis? Tetap jadi barang mewah bagi mereka yang lahir di pinggir peta. [kay]