Berserah Diri

Pentigraf: Yant Kaiy

Setiap insan di alam fana ini tentu tidak ingin cintanya diduakan. Tidak terkecuali aku. Selalu berusaha menyembunyikan gejolak marah. Mungkin itu yang terbaik agar keharmonisan rumah tanggaku terpelihara. Aku mengimpikan ketiga anakku tumbuh sempurna. Tak terganggu lahar dendamku, mengalir deras ke sekujur raga.

Tiada kehendak menanyakan tentang hubungan gelap suamiku. Walau kabar diluar santer menghias sudut-sudut perkampungan tempat tinggalku. Bahkan mulai banyak saran tersaji; ada yang baik, ada pula yang negatif.

Terus saja aku bergeming. Tak goyah diterpa sakit hati dan kecewa membuncah. Setiku tak berbuah manis. Pengorbananku tersia-siakan.[]

Pasongsongan, 23/12/2021



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka untuk Haji Her (H Khairul Umam): Ajakan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Harmoni Indah Lusyana Jelita & Umar Dhany Kawesa dalam "Untung Masih Ada Ramadhan"

Madu Herbal Banyu Urip: Terapi Alami untuk Kesehatan Reproduksi dan Pemulihan Tubuh

Membangun Mindset Masyarakat Indonesia tentang Keampuhan Ramuan Tradisional

Samsul Arifin: Figur Kuat yang Siap Memajukan Desa Pamolokan

Tantangan dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Ramuan Tradisional

Berbagi Pesan Inspiratif Kepala SDN Padangdangan 2 di Acara Buka Puasa Bersama

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD