Cerpen: Bulan Separuh di Puncak Bukit

Karya: Yant Kaiy

Usaha Debur gulung tikar. Beruntung istrinya punya simpanan perhiasan emas untuk dijual, penopang dapur terus mengepul. Mertua dan saudara-saudaranya menyalahkan Debur. Mereka menilai bahwa Debur tidak punya bakat berjualan makanan di pinggir jalan. Mereka menyudutkan Debur ke jurang tak berdasar.

Semula Debur dan Sofi telah sepakat membuka warung makanan. Gagal tak dapat ditolak. Warung nasi Debur sepi peminat. Tidak sampai sebulan warungnya tutup. Debur bangkrut. Padahal modal ia pinjam sama bank. Ia pontang-panting cari pinjaman untuk cicilan bank.

Sofi tak menyalahkan suaminya. Sebagai istri yang baik, ia senantiasa memberi semangat dan menghiburnya.

“Kita jangan berjualan makanan. Kalau tidak laku makanan pasti basi. Kita cari ide lain,” usul istrinya pada suatu sore.

“Modalnya dapat dari mana?” tanya Debur membentangkan kedua telapak tangannya.

“Perhiasanku dijual semua. Termasuk cincin tunangan,” ucap Sofi tanpa memperhatikan perubahan sikap suaminya.

Suaminya tertunduk lemas. Sofi mengingatkan Debur, bahwa saat ini susah mencari pinjaman kepada orang lain. Banyak ini dan itu. Lebih baik menjual barang-barang yang bisa diuangkan.

Debur membenarkan pendapat istrinya. Hingga larut malam mereka berdiskusi, mencari solusi. Mereka baru mendapatkan ide berjualan setelah jam menunjukkan pukul dua belas malam.

Keesokan pagi, mereka belanja mainan anak-anak. Warungnya disulap jadi toko mainan. Orang tua Sofi dan para saudaranya tetap pesimis, kalau toko mainannya akan mengalami nasib sama seperti warung nasinya.

Berjalan satu tahun, toko mainan Debur berkembang cukup pesat. Hasil penjualannya bisa membangun rumah dan memberangkatkan umroh kedua orang tua Sofi. Sukses tak dapat ditebak. Nasib manusia sudah ada yang mengatur.

Saudara-saudara Sofi kini menyanjung keberhasilan Debur. Mereka tidak lagi mencibirnya. Mereka kemudian mendekat pada keluarga kecil Debur.[]

Pasongsongan, 1/1/2023



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka untuk Haji Her (H Khairul Umam): Ajakan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Harmoni Indah Lusyana Jelita & Umar Dhany Kawesa dalam "Untung Masih Ada Ramadhan"

Madu Herbal Banyu Urip: Terapi Alami untuk Kesehatan Reproduksi dan Pemulihan Tubuh

Membangun Mindset Masyarakat Indonesia tentang Keampuhan Ramuan Tradisional

Samsul Arifin: Figur Kuat yang Siap Memajukan Desa Pamolokan

Tantangan dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Ramuan Tradisional

Berbagi Pesan Inspiratif Kepala SDN Padangdangan 2 di Acara Buka Puasa Bersama

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD