Merangkul Keragaman Peserta Didik Kelas VI di SD Negeri Pasongsongan I, dalam Pembelajaran Matematika : Petualangan Menyenangkan atau Tantangan Menakutkan?
Oleh: Husniyah Warti
Guru SDN Pasongsongan I Kecamatan Pasongsongan sekaligus Mahasiswi jurusan PGSD STKIP PGRI Sumenep.
SETIAP anak adalah unik. Dengan bakat, minat dan gaya belajar yang berbeda. Dalam konteks kelas, keragaman peserta didik merupakan sebuah anugerah yang perlu dikelola dengan bijak.
Keragaman peserta didik dalam dunia pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang mencakup perbedaan latar belakang serta minat belajar dan karakteristik pribadi masing-masing. Terutama dalam pembelajaran matematika, dimana setiap anak memiliki gaya belajar, kecepatan, dan minat yang berbeda-beda.
Adanya keragaman tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi guru, khususnya saya selaku guru kelas di kelas VI SDN Pasongsongan I. Setiap peserta didik di SDN Pasongsongan I khususnya kelas VI memiliki cara pandang yang unik terhadap konsep matematika. Ada yang lebih visual, ada yang lebih auditori, dan ada pula yang kinestetik. Menurut saya pribadi jika guru hanya menggunakan satu metode pembelajaran, khususnya materi pembelajaran matematika maka potensi yang dimiliki banyak anak akan terabaikan.
Matematika, bagi anak Sekolah Dasar, seringkali menjadi subjek yang menarik perhatian sekaligus menimbulkan rasa khawatir bahkan menakutkan. Persepsi mereka terhadap mata pelajaran ini sangat beragam. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti konsep yang sulit dipahami, metode pembelajaran membosankan yang hanya berfokus pada penghafalan rumus dan penyelesaian soal-soal sehingga menghilangkan minat untuk belajar dan menyukai pembelajaran matematika.
Dibalik tantangan yang terjadi pada peserta didik khususnya kelas VI SDN Pasongsongan I yang biasa kita sapa dengan SDN PASTU tersebut, tersimpan peluang besar untuk membuat mereka tertarik dan berminat belajar matematika serta membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan. Yaitu pertama, dengan menvariasikan metode-metode yang digunakan jangan hanya mengandalkan ceramah akan tetapi penggunaan alat peraga sangat berguna dalam menfasilitasi media untuk pelengkap pembelajaran. Kedua, guru juga bisa menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari artinya memberi contoh nyata yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Ketiga, buat suasana pembelajaran yang positif artinya menciptakan suasana yang menyenangkan tidak monoton dan bebas dari tekanan serta memberikan pujian dan dorongan sekalipun hasil yang mereka peroleh belum memuaskan.
Dengan demikian keragaman peserta didik dalam pembelajaran matematika adalah sebuah kenyataan yang harus saya hadapi. Namun, dengan pendekatan yang tepat, keragaman peserta didik khususnya kelas enam SDN PASTU justru dapat menjadi kekuatan yang mendorong peserta didik untuk mencapai potensi terbaiknya. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, dimana setiap peserta didik merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang khususnya dalam pembelajaran matematika. sehingga peserta didik dapat menikmati proses belajar matematika dan mengembangkan minat.[]
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.