Menjaga Marwah Profesi: Pesan Penting MS Arifin bagi Terapis Pengobatan Alternatif
![]() |
MS Arifin (paling kiri) bersama para pengurus P-AP3I Jawa Timur. [Foto: Surya] |
apoymadura.com - Di dunia pengobatan alternatif, terutama terapi pijat dan penyembuhan, integritas dan etika profesional menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Senin (17/3/2025).
MS Arifin, Ketua DPD P-AP3I (Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia) Jawa Timur, seringkali menekankan pentingnya menjaga marwah profesi sebagai terapis.
Pesan ini kerap disampaikannya dalam berbagai kesempatan, terutama saat menjadi pembicara pelatihan pengobatan alternatif.
"Saya selalu menegaskan, menjadi terapis bukan sekadar tentang keahlian teknis dalam memijat atau menyembuhkan, tapi juga tentang amanah," ucap owner Therapy Banyu Urip ini bersahaja.
MS Arifin juga mengingatkan, bahwa seorang terapis harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberika pasien.
Pasien datang dengan harapan untuk sembuh dan merasa nyaman, bukan untuk dirugikan atau dilecehkan.
Oleh karena itu, seorang terapis harus selalu menjaga sikap profesional dan menghormati batasan yang ada.
Pelecehan seksual
Salah satu pesan utama yang selalu disampaikan MS Arifin adalah pentingnya menghindari tindakan pelecehan seksual dalam praktik terapi.
Pelecehan seksual tidak hanya merusak kepercayaan pasien tapi juga merusak citra profesi terapis secara keseluruhan.
MS Arifin mengingatkan bahwa profesi terapis adalah profesi mulia yang bertujuan untuk membantu orang lain, bukan memanfaatkan posisi hal-hal tidak etis.
Ia menekankan bahwa seorang terapis harus selalu menjaga sikap profesional dengan pasien, menghormati privasi, dan tidak melakukan tindakan yang bisa dianggap sebagai pelanggaran moral.
Selain itu, terapis juga harus memahami batasan-batasan dalam praktik terapi, terutama ketika berhadapan dengan pasien dari lawan jenis. [Surya]
Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.