Saraf Kejepit: Penyebab, Dampak, dan Solusi Menurut Rumah Sehat Gondotopo Bondowoso

Rumah sehat gondotopo
Supriyadi, owner Rumah Sehat Gondotopo. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Saraf kejepit adalah kondisi yang sering dialami oleh sebagian besar masyarakat di tanah air. 

Kondisi ini terjadi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, otot, atau tendon, sehingga menimbulkan rasa nyeri, kebas, atau bahkan kelemahan pada bagian tubuh tertentu. 

Menurut Supriyadi, owner Rumah Sehat Gondotopo, saraf kejepit tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berawal dari masalah internal tubuh, khususnya tingginya kadar asam urat atau trigliserida.

Supriyadi menjelaskan bahwa saraf kejepit berawal dari tingginya kadar asam urat, trigliserida, atau kolesterol dalam tubuh. 

"Kadar zat-zat tersebut yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kontraksi dan turbulensi ginjal bermasalah," ungkap Supriyadi. 

Ginjal, sebagai organ penyaring darah dan pengurai asam urat, kolesterol, trigliserida, dan gula, menjadi tidak berfungsi optimal ketika kadar zat-zat tersebut terlalu tinggi. 

"Hal ini mengakibatkan gangguan pada sistem saraf, termasuk terjadinya saraf kejepit," ucapnya. 

Dampak saraf kejepit bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti nyeri tajam atau seperti tertusuk di area tertentu. Misalnya di punggung, leher, atau pinggang.

"Saraf kejepit juga mengakibatkan kebas atau mati rasa pada bagian tubuh yang terhubung dengan saraf yang terjepit," tambahnya. 

Akibat lain dari saraf kejepit, yakni kelemahan otot atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh tertentu. Bahkan seringkali terjadi pembengkakan atau peradangan jika tidak ditangani dengan tepat.

Solusi Menurut Rumah Sehat Gondotopo

Supriyadi menawarkan solusi holistik untuk mengatasi saraf kejepit. 

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menurunkan atau menormalkan kadar asam urat, trigliserida, dan kolesterol dalam tubuh. 

Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi Herbal Gondowangi, yang dikenal memiliki khasiat untuk menetralkan kadar zat-zat berbahaya dalam tubuh.

Selain itu, terapi pijat saraf juga menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. 

Tapi, Supriyadi menekankan bahwa pijat yang dilakukan bukanlah pijat urut biasa, karena pijat urut justru berisiko menyebabkan pembengkakan pembuluh darah atau saraf. 

"Sebaliknya, terapi pijat saraf atau totok titik-titik tertentu dari jari kaki hingga pinggul bisa merangsang energi magnetik tubuh," ucapnya. 

Dengan terapi ini, saraf yang terjepit akan secara perlahan meregang dan kembali ke posisi normal seiring dengan pijatan dan totok yang dilakukan. 

"Proses ini membutuhkan konsistensi dan kesabaran, karena penyembuhan saraf kejepit tidak bisa instan," pungkas Supriyadi.

Ada tambahan sedikit. 

Alamat Rumah Sehat Gondotopo di Dusun Pagungan, RT.04/RW.01 Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. [Surya]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka untuk Haji Her (H Khairul Umam): Ajakan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Harmoni Indah Lusyana Jelita & Umar Dhany Kawesa dalam "Untung Masih Ada Ramadhan"

Samsul Arifin: Figur Kuat yang Siap Memajukan Desa Pamolokan

Madu Herbal Banyu Urip: Terapi Alami untuk Kesehatan Reproduksi dan Pemulihan Tubuh

Membangun Mindset Masyarakat Indonesia tentang Keampuhan Ramuan Tradisional

Tantangan dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Ramuan Tradisional

Berbagi Pesan Inspiratif Kepala SDN Padangdangan 2 di Acara Buka Puasa Bersama

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD