Tantangan dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Ramuan Tradisional

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (paling kanan) bersama para mitra kerja. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Meskipun memiliki banyak manfaat, ramuan tradisional masih sering dianggap kuno, tidak ilmiah, atau kurang efektif dibanding obat kimia. Kamis (37/3/2025). 

Ketika MS Arifin diwawancarai apoymadura.com di tempat praktiknya, kawasan Jalan Selokan Mataram, ia mengatakan bahwa alam telah menyediakan segala yang dibutuhkan umat manusia untuk sehat. 

"Ramuan tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan solusi kesehatan yang berkelanjutan," cetusnya. 

MS Arifin mengingatkan kembali, dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat secara terus menerus, maka akan terbangun kesadaran mereka. 

"Kita pasti bisa membangun mindset bahwa pengobatan alami adalah jalan terbaik untuk hidup sehat tanpa ketergantungan pada bahan kimia," ucapnya. 

Hingga saat ini, MS Arifin terus mengampanyekannya lewat bakti sosial (baksos), menyeru untuk kembali pada alam sekitar. 

"Jika kita mau belajar dari nenek moyang dan menggabungkannya dengan pengetahuan modern, ramuan tradisional akan menjadi kekuatan besar dalam dunia kesehatan Indonesia," ucapnya. 

MS Arifin dengan Ramuan Banyu Urip hadir sebagai bukti bahwa pengobatan tradisional tetap relevan di era modern. [Surya]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka untuk Haji Her (H Khairul Umam): Ajakan untuk Membangun Kesejahteraan Bersama

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Madu Herbal Banyu Urip: Terapi Alami untuk Kesehatan Reproduksi dan Pemulihan Tubuh

Membangun Mindset Masyarakat Indonesia tentang Keampuhan Ramuan Tradisional

Harmoni Indah Lusyana Jelita & Umar Dhany Kawesa dalam "Untung Masih Ada Ramadhan"

Berbagi Pesan Inspiratif Kepala SDN Padangdangan 2 di Acara Buka Puasa Bersama

Samsul Arifin: Figur Kuat yang Siap Memajukan Desa Pamolokan

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD